kei.medika@gmail.com 08117450412
Methylprednisolone

Methylprednisolone

Golongan

Obat keras

Kategori obat

Kortikosteroid

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Tablet

Methylprednisolone untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: 

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum ibu hamil mengonsumsi obat ini. 

Peringatan Menyusui

Methylprednisolone dapat terserap ke dalam ASI dan memengaruhi produksinya. Jangan menggunakan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Merek dagang

Stesolon, Dipasolon, Prednox, Lameson, Mesol, Lodixon, Vadrol, Metrison, Toras, Sanexon, Medrol, Prednicort, Rhemafar, Gamesolone, Intidrol, Medixon, Hexilon, Yalone, Cormetisone, Depo-Medrol, Camelon, Metcor.

Pengertian

Selain bengkak, radang biasanya juga disertai dengan nyeri yang mengganggu. Kondisi ini bisa bantu diatasi dengan zat-zat turunan steroid. Kortikosteroid, misalnya. 

Salah satu obat dengan kandungan kortikosteroid adalah methylprednisolone. Obat apa ini?

Methylprednisolone adalah obat kortikosteroid yang bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang memicu timbulnya peradangan.

Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan, alergi, dan menekan kerja sistem imun.


Kegunaan

Obat methylprednisolone digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Dosis dan Aturan Pakai

Methylprednisolone merupakan golongan obat keras. Anda memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya. Berikut anjuran dosisnya secara umum.

Tujuan: kondisi alergi

Bentuk: tablet

  • Dewasa: 24 mg pada hari ke-1 (8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur), atau 24 mg sebagai dosis tunggal atau dalam 2-3 dosis terbagi;
  • 20 mg pada hari ke-2 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur);
  • 16 mg pada hari ke-3 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 4 mg sebelum tidur);
  • 12 mg pada hari ke-4 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, dan 4 mg sebelum tidur);
  • 8 mg pada hari ke ke-5 (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg sebelum tidur); dan
  • 4 mg pada hari ke-6, diberikan sebelum sarapan.

Tujuan: antiinflamasi atau imunosupresi

Bentuk: tablet

  • Dewasa: dosis awal 2-60 mg setiap hari dalam 1-4 dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang dirawat.

Cara Menggunakan

  • Ikuti petunjuk dokter dan aturan penggunaan yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan methylprednisolone.
  • Sebaiknya obat dikonsumsi bersama makanan untuk mencegah datangnya mag. 
  • Konsumsi obat di waktu yang sama setiap harinya agar tidak lupa. Jika lupa minum methylprednisolone, segera konsumsi saat ingat jika jarak dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat.

Jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menurunkan dosis secara bertahap guna mencegah gejala memburuk.

Cara Penyimpanan

Simpan obat keras ini pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping

Efek samping penggunaan methylprednisolone yang mungkin terjadi adalah:

  • reaksi alergi
  • miopati akut
  • hipertensi
  • tukak peptik
  • jerawat
  • kelemahan otot
  • penurunan K darah