Omeprazole
Omeprazole menurunkan asam lambung dengan cara menghambat pompa proton yang berperan besar dalam produksi asam lambung. Dengan cara kerja tersebut, obat ini dapat mengurangi gejala iritasi dinding lambung, seperti nyeri ulu hati, mual, dan kembung.
| Golongan | Obat resep | |||
| Kategori | Penghambat pompa proton | |||
| Manfaat | Mengurangi produksi asam lambung | |||
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak | |||
| Omeprazole untuk ibu hamil dan menyusui |
| |||
| Bentuk | Kapsul, tablet, dan suntik |
Peringatan Sebelum Menggunakan Omeprazole
Jangan mengonsumsi omeprazole sebelum berkonsultasi dengan dokter jika keluhan asam lambung yang dialami sudah berlangsung lebih dari 3 bulan atau disertai dengan:
- Kesulitan menelan
- Nyeri dada atau bengek
- Muntah-muntah, nyeri perut yang berat
- Muntah mengandung darah atau ampas yang terlihat seperti bubuk kopi
- Tinja berdarah atau berwarna hitam dan cair seperti aspal
- Diare
- Berat badan menurun tanpa direncanakan
Dosis dan Aturan Pakai Omeprazole
Dokter akan menentukan dosis dan lama pengobatan sesuai usia pasien, kondisi, atau respons tubuh pasien terhadap obat. Untuk anak-anak, dosis ditentukan berdasarkan berat badan (BB) pasien.
Omeprazole bisa diberikan dalam bentuk minum dan suntik ke pembuluh darah vena (intravena/IV). Berikut adalah penjelasannya:
Bentuk minum (kapsul dan tablet Kondisi: Gastroesophageal reflux disease (GERD)
- Dewasa: 20–40 mg, 1 kali sehari selama 4–8 minggu. Dosis pemeliharaan 10 mg, 1 kali sehari. Jika perlu, dosis pemelilharaan dapat ditingkatkan.
- Anak usia ?1 tahun dengan berat badan 10–20 kg: 10 mg, 1 kali sehari selama 4–8 minggu. Jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan menjadi 20 mg, 1 kali sehari.
- Anak usia ?2 tahun dengan berat badan >20 kg: 20 mg, 1 kali sehari selama 4–8 minggu. Jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan menjadi 40 mg, 1 kali sehari.
Kondisi: Tukak lambung atau ulkus duodenum
- Dewasa: 20 mg atau 40 mg, 1 kali sehari, selama 4 minggu untuk ulkus duodenum dan 8 minggu tukak lambung. Dosis pemeliharaan 10–20 mg, sekali sehari, dapat ditingkatkan hingga 40 mg bila perlu.
Kondisi: Infeksi Helicobacter pylori
Omeprazole dikombinasikan dengan antibiotik clarithromycin, amoxicillin, atau metronidazole.
- Dewasa: 20 mg, 2 kali sehari selama 7 hari
- Anak usia >4 tahun dengan berat badan 15–30 kg: 10 mg, 2 kali sehari selama 7 hari.
- Anak usia >4 tahun dengan berat badan 31–40 kg: 20 mg, 2 kali sehari selama 7 hari.
Kondisi: Sindrom Zollinger-Ellison
- Dewasa: Dosis awal 60 mg tiap hari. Dosis pemeliharaan 20–120 mg tiap hari. Dosis lebih dari 80 mg perlu diberikan dalam 2 dosis terbagi.
Kondisi: Tukak lambung terkait penggunaan OAINS
- Dewasa: 20 mg, 1 kali sehari selama 8 minggu. Dosis pemeliharaan 20 mg, 1 kali sehari.
Bentuk suntik
Kondisi: Infeksi Helicobacter pylori, tukak lambung atau ulkus duodenum, GERD, dan tukak lambung terkait penggunaan OAINS
- Dewasa: 40 mg, 1 kali sehari yang diberikan melalui infus selama 20–30 menit sampai pemberian obat dalam bentuk minum memungkinkan.
Kondisi: Sindrom Zollinger-Ellison
- Dewasa: Dosis awal 60 mg tiap hari melalui infus selama 20–30 menit yang disesuaikan dengan respons tubuh pasien. Dosis harian lebih dari 60 mg diberikan dalam 2 dosis terbagi.
