kei.medika@gmail.com 08117450412
...
Laboratorium

Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, dan memulihkan kesehatan.

Laboratorium klinik umum adalah laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, dan imunologi klinik.

Laboratorium klinik umum utama, yaitu laboratorium yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan spesimen klinik dengan kemampuan pemeriksaan lebih lengkap dari laboratorium klinik umum madya dengan teknik automatik.

Klik di Sini untuk Pesan Layanan Kami via WA
Pelayanan Pemeriksaan Hematologi

 Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui kelainan dari kuantitas dan kualitas sel darah merah, sel darah putih dan trombosit serta menguji perubahan yang terjadi pada plasma yang terutama berperan pada proses pembekuan darah.

Pemeriksaan pada sel darah meliputi kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, hematokrit, nilai eritrosit rerata (nilai NER), jumlah leukosit dan trombosit. Selain itu pemeriksaan hematologi meliputi pula hitung retikulosit, hitung eosinofil, aktifitas glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD), daya tahan osmotik eritrosit yang dikenal sebagai resistensi osmotik eritrosit, penetapan fraksi hemoglobin dalam eritrosit yang diperiksa dengan analisa hemoglobin, pemeriksaan sel lupus eritematosus (LE) serta penetapan golongan darah. Selain itu, pemeriksaan hematologi yang terpenting adalah pemeriksaan hitung jenis leukosit  disertai dengan penilaian morfologi sel darah yang dapat diketahui dengan pemeriksaan gambaran darah tepi. Pemeriksaan gambaran darah tepi dapat menilai kelainan bentuk dari eritrosit, leukosit dan trombosit yang dapat menimbulkan kelainan secara hematologis.

Tes hematologi lengkap adalah pemeriksaan darah lengkap yang meliputi penghitungan sel darah putih, sel darah merah, dan platelet. Tes hematologi lengkap merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit atau memantau hasil pengobatan.
Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah dan bertugas mengangkut oksigen. Hemoglobin juga berperan dalam pembentukan sel darah merah sesuai dengan bentuk idealnya, yaitu bulat dan pipih di bagian tengah. Tujuan pemeriksaan hemoglobin adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya kondisi yang memerlukan perhatian khusus misalnya anemia. 
Pemeriksaan hitung jumlah leukosit merupakan pemeriksaan darah rutin yang dilakukan di laboratorium klinik. Lekosit berfungsi sebagai sel pertahanan tubuh dari penyakit infeksi atau inflamasi. 
Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan jumlah eritrosit dalam sel darah dan digunakan sebagai tes skrining penyakit anemia dan polisitemia.
Pemeriksaan hitung jenis leukosit (Differential Count) digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Terdapat Enam jenis leukosit yang masing-masing memiliki fungsi yang khusus. Sel-sel itu adalah basofil, eosinofil, neutrofil Batang, Segmen, limfosit dan monosit.
Pemeriksaan hematokrit menggambarkan perbandingan persentase antara sel darah merah, sel darah putih dan trombosit terhadap volume seluruh darah atau konsentrasi (%) eritrosit dalam 100mL/dL keselurahan darah. 
MCV (mean corpuscular volume), yaitu perhitungan ukuran rata-rata sel darah merah. Nilai MCV yang terlalu tinggi dapat mengindikasikan kekurangan vitamin B12 atau folat dalam darah.
MCH (mean corpuscular hemoglobin) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk menghitung jumlah rata-rata hemoglobin di dalam sel darah merah. Pemerikasaan ini bertujuan untuk memantau kesehatan penanganan penyakit, dan mendiagnosis gangguan penyebab penyakit. 
MCHC atau Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration adalah pemeriksaan perhitungan rata-rata konsentrasi hemoglobin di dalam eritrosit. 
Reticulosit adalah pemeriksaan hitung retikulosit yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah merah muda dalam volume darah tertentu.
Masa perdarahan atau bleeding time (BT) merupakan salah satu pemeriksaan hemostasis dengan metode tradisional yang sering digunakan untuk memperkirakan resiko terjadinya perdarahan akibat pembedahan. Tujuan BT adalah untuk menilai fungsi kapiler dan trombosit, sehingga jika ada kelainan pembuluh darah kapiler, jumlah dan/atau fungsi trombosit, nilai BT menjadi abnormal.
Masa pembukan adalah pemeriksaan yang bertujuan mengetahui waktu yang diperlukan darah untuk melakukan masa pembekuan dalam satuan menit.
Tes Rumpel Leede, atau terkadang disebut tes torniquet, adalah pemeriksaan klinis sederhana yang direkomendasikan WHO dalam skrining awal pasien probable dengue. Pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai prediktor aktivitas hemostasis platelet, mengukur tingkat kerapuhan kapiler, serta untuk mengevaluasi adanya penurunan jumlah platelet dan fungsinya.
Pemeriksaan retraksi bekuan adalah pemeriksaan untuk mengetahui fungsi trombosit. Prinsip pemeriksaan retraksi bekuan adalah darah dibiarkan membeku di dalam tabung berskala dan volume serum diukur yang dinyatakan dalam persen.
APTT adalah uji laboratorium untuk menilai aktivitas faktor pembekuan jalur intrinsik dan jalur bersama. Apabila terjadi pemanjangan nilai APTT biasanya disebabkan oleh penyakit seperti kekurangan faktor pembekuan (VIII, IX, XI, XII), kekurangan vitamin K, sirosis hati, kanker darah atau leukemia, penyakit von willebrand (hemophilia vaskular), malaria, DIC, dan terapi anti pembekuan oral atau heparin.
PT adalah pemeriksaan yang digunakan untuk menilai kemampuan faktor pembekuan jalur ekstrinsik dan jalur bersama, yang apabila nilainya memanjang, biasanya disebabkan oleh penyakit sepertipada penyakit hati (sirosis hati, hepatitis, abses hati, kanker hati), kekurangan faktor pembekuan (II, V, VII, X), Disseminated Intravascular Coagulation (DIC), perdarahan pada bayi baru lahir (HDN), gangguan penyerapan usus, dan konsumsi obat tertentu.
Sel LE adalah neutrofil atau makrofag yang telah memfagositosis materi inti sel lain yang telah terdenaturasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendiagnosis SLE, yang saat ini sudah digantikan dengan pemeriksaan ANA. Pemeriksaan ini melihat adanya kehadiran spesifik sel pada pasien penyakit SLE yang positif.