[email protected] 08117450412
...
Ibu & Anak (kebidanan)

Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah

KEI MEDICAL HOMECARE sangat perduli dengan kebutuhan ibu dan bayi. Layanan ini dilakukan oleh bidan professional dan pastinya bersertifikasi. Layanan untuk kesehatan ibu dan anak ini sendirimeliputi baby spa, pijat bayi, pijat anak, pijat ibu hamil, perawatan luka post SC, konsultasi MP ASI, dan perawatan ibu dan anak pascah melahirkan. 

Klik di Sini untuk Pesan Layanan Kami via WA
Paket Mandi Bayi dan Perawatan Tali Pusat

MEMANDIKAN BAYI 

Berikut ini adalah peralatan yang diperlukan untuk memandikan bayi:

  • Permukaan yang datar dan aman, seperti tempat tidur atau meja tempat ganti pakaian bayi
  • Handuk dan alas ganti
  • Air untuk memandikan bayi dan pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas atau dingin
  • Gayung untuk mengalirkan air
  • Kain berbahan lembut untuk menyeka tubuh bayi
  • Pakaian dan popok pengganti

Penggunaan sabun memang tidak disarankan saat memandikan bayi. Namun, bila diperlukan, Anda bisa menggunakan produk pembersih kulit bayi dengan label soap-free untuk mencegah iritasi dan kulit kering pada bayi.

 langkah-langkah atau cara memandikan bayi yang dapat Anda lakukan:

  1. Isi bak mandi bayi dengan air hangat bersuhu sekitar 32o Celcius dan ketinggian air sekitar 7 cm.
  2. Baringkan bayi di alas ganti atau handuk, buka pakaian bayi secara perlahan.
  3. Gunakan satu tangan dan lengan Anda untuk menopang kepala dan tubuh bayi, sedangkan tangan yang lain untuk menyangga tubuh bayi bagian bawah.
  4. Letakkan bayi ke dalam bak mandi secara perlahan, dimulai dengan kaki. Pastikan satu tangan tetap menyangga punggung dan kepala bayi, sementara tangan Anda yang lain membersihkan bagian tubuh bayi.
  5. Jaga posisi kepala bayi agar selalu berada di atas permukaan air.
  6. Bersihkan bayi dimulai dari kelopak matanya dengan kapas atau kain katun lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat. Gunakan kain yang berbeda untuk setiap mata.
  7. Lanjutkan dengan membersihkan hidung, telinga, dan wajah bayi.
  8. Jika menggunakan sabun, tuang sedikit saja atau oleskan tipis di kulit Anda sebelum mengusapnya di kulit bayi.
  9. Usap secara perlahan dan lembut ketika membersihkan bagian ketiak, belakang telinga, leher dan kelamin bayi.
  10. Guyur kepala dan seluruh tubuh bayi secara perlahan dengan gayung, kemudian seka dengan kain atau waslap bersih.
  11. Jika sudah selesai, angkat bayi secara perlahan dari bak mandi.
  12. Segera letakkan bayi di atas tempat tidur yang sudah diberi alas handuk.
  13. Keringkan setiap bagian tubuh bayi secara perlahan-lahan dengan handuk berbahan lembut.

PERAWATAN TALI PUSAT 

Perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan cara yang benar. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi dan infeksi pada tali pusar bayi. Pada umumnya, tali pusar atau tali pusat bayi baru lahir akan puput atau lepas dalam waktu 1–3 minggu setelah lahir. Sepanjang belum terlepas, orang tua bayi perlu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. Hal ini karena kondisi basah dan lembap di area tali pusat dapat memicu pertumbuhan kuman penyebab infeksi.

Cara-cara melakukan perawatan tali pusat bayi :

1. Menjaga tali pusat tetap bersih

       Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat

2. Menjaga tali pusat tetap kering

     Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakai popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.

Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.

3. Biarkan tali pusat terlepas secara alami

     Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.

Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.

Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Nanah di tali pusar
  • Bayi demam
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
  • Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
  • Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
  • Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh


MEMANDIKAN BAYI 

Berikut ini adalah peralatan yang diperlukan untuk memandikan bayi:

  • Permukaan yang datar dan aman, seperti tempat tidur atau meja tempat ganti pakaian bayi
  • Handuk dan alas ganti
  • Air untuk memandikan bayi dan pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas atau dingin
  • Gayung untuk mengalirkan air
  • Kain berbahan lembut untuk menyeka tubuh bayi
  • Pakaian dan popok pengganti

Penggunaan sabun memang tidak disarankan saat memandikan bayi. Namun, bila diperlukan, Anda bisa menggunakan produk pembersih kulit bayi dengan label soap-free untuk mencegah iritasi dan kulit kering pada bayi.

 langkah-langkah atau cara memandikan bayi yang dapat Anda lakukan:

  1. Isi bak mandi bayi dengan air hangat bersuhu sekitar 32o Celcius dan ketinggian air sekitar 7 cm.
  2. Baringkan bayi di alas ganti atau handuk, buka pakaian bayi secara perlahan.
  3. Gunakan satu tangan dan lengan Anda untuk menopang kepala dan tubuh bayi, sedangkan tangan yang lain untuk menyangga tubuh bayi bagian bawah.
  4. Letakkan bayi ke dalam bak mandi secara perlahan, dimulai dengan kaki. Pastikan satu tangan tetap menyangga punggung dan kepala bayi, sementara tangan Anda yang lain membersihkan bagian tubuh bayi.
  5. Jaga posisi kepala bayi agar selalu berada di atas permukaan air.
  6. Bersihkan bayi dimulai dari kelopak matanya dengan kapas atau kain katun lembut yang dicelupkan ke dalam air hangat. Gunakan kain yang berbeda untuk setiap mata.
  7. Lanjutkan dengan membersihkan hidung, telinga, dan wajah bayi.
  8. Jika menggunakan sabun, tuang sedikit saja atau oleskan tipis di kulit Anda sebelum mengusapnya di kulit bayi.
  9. Usap secara perlahan dan lembut ketika membersihkan bagian ketiak, belakang telinga, leher dan kelamin bayi.
  10. Guyur kepala dan seluruh tubuh bayi secara perlahan dengan gayung, kemudian seka dengan kain atau waslap bersih.
  11. Jika sudah selesai, angkat bayi secara perlahan dari bak mandi.
  12. Segera letakkan bayi di atas tempat tidur yang sudah diberi alas handuk.
  13. Keringkan setiap bagian tubuh bayi secara perlahan-lahan dengan handuk berbahan lembut.

PERAWATAN TALI PUSAT 

Perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan cara yang benar. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi dan infeksi pada tali pusar bayi. Pada umumnya, tali pusar atau tali pusat bayi baru lahir akan puput atau lepas dalam waktu 1–3 minggu setelah lahir. Sepanjang belum terlepas, orang tua bayi perlu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. Hal ini karena kondisi basah dan lembap di area tali pusat dapat memicu pertumbuhan kuman penyebab infeksi.

Cara-cara melakukan perawatan tali pusat bayi :

1. Menjaga tali pusat tetap bersih

       Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Anda terlebih dahulu. Tali pusat tidak perlu dibersihkan dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, jika memang tali pusat kotor. Tali pusat juga harus dikeringkan menggunakan kain yang lembut atau dengan mengipasinya hingga kering.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat

2. Menjaga tali pusat tetap kering

     Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakai popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.

Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga sirkulasi udara berjalan dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.

3. Biarkan tali pusat terlepas secara alami

     Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksa melepas tali pusat dengan menariknya karena dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.

Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi hingga tali pusat puput.

Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Nanah di tali pusar
  • Bayi demam
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan
  • Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap
  • Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus
  • Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh