Download di Play Store
  • kei.medika@gmail.com
  • +628117450412
  • 03 November 2026
  • 39 kali
Lansia Mengonsumsi Banyak Obat Sekaligus, Apa Risiko yang Perlu Diperhatikan?

Lansia sering kali memiliki lebih dari satu masalah kesehatan sehingga perlu mengonsumsi beberapa jenis obat secara bersamaan. Namun, semakin banyak obat yang digunakan, semakin besar pula kemungkinan terjadinya interaksi obat, efek samping, atau kesalahan penggunaan. Karena itu, penggunaan banyak obat perlu dipantau secara berkala agar tetap aman dan sesuai kebutuhan kesehatan lansia.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 36 kali
Anak Sulit Minum Obat, Bagaimana Cara Membantu Tanpa Mengubah Dosis?

Anak yang sulit minum obat merupakan tantangan yang sering dihadapi orang tua. Ada yang menolak karena rasa obat terlalu pahit, takut melihat alat pemberian obat, atau merasa tidak nyaman saat menelan. Namun, orang tua tidak perlu mengurangi dosis atau mengubah aturan minum obat agar anak mau mengonsumsinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan supaya pemberian obat lebih nyaman, aman, dan tetap sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 32 kali
Mengapa Obat untuk Anak Tidak Boleh Menggunakan Takaran Obat Dewasa?

Obat untuk orang dewasa tidak bisa langsung diberikan kepada anak dengan mengurangi takarannya secara asal. Anak memiliki berat badan, fungsi organ, metabolisme, dan kebutuhan dosis yang berbeda. Kesalahan dalam menentukan dosis dapat menyebabkan pengobatan tidak efektif, efek samping, bahkan keracunan obat.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 8 kali
Anak Memuntahkan Obat setelah Diminum, Perlukah Memberikan Dosis Ulang?

Anak yang memuntahkan obat setelah meminumnya sering membuat orang tua bingung. Apakah obat perlu diberikan kembali atau justru harus menunggu jadwal berikutnya? Jawabannya bergantung pada jenis obat, waktu muntah, jumlah obat yang mungkin keluar, dan kondisi anak. Memberikan dosis ulang tanpa pertimbangan dapat menyebabkan kelebihan dosis.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 8 kali
Sendok Makan di Rumah untuk Mengukur Sirup Obat, Apakah Akurat?

Mengukur sirup obat menggunakan sendok makan yang biasa dipakai di rumah memang terlihat praktis. Namun, ukuran sendok rumah tangga tidak selalu sama sehingga jumlah obat yang diberikan bisa kurang atau justru berlebihan. Agar dosis obat lebih akurat dan aman, penting untuk menggunakan alat ukur khusus obat sesuai petunjuk penggunaannya.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 9 kali
Dosis Obat Anak Berdasarkan Usia atau Berat Badan, Mana yang Digunakan?

Menentukan dosis obat untuk anak tidak boleh dilakukan hanya dengan memperkirakan usia atau menggunakan dosis orang dewasa yang dikurangi. Beberapa obat diberikan berdasarkan berat badan, sementara obat lainnya menggunakan kelompok usia atau ketentuan khusus. Memahami perbedaan ini penting agar anak mendapatkan dosis yang tepat dan terhindar dari risiko kekurangan maupun kelebihan obat.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 10 kali
Mengapa Obat Tidak Boleh Dipindahkan ke Wadah Tanpa Label?

Memindahkan obat ke wadah lain tanpa label mungkin terlihat praktis untuk menghemat tempat atau memudahkan penyimpanan. Namun, kebiasaan ini dapat menyebabkan obat tertukar, salah dosis, hingga kesalahan penggunaan. Label pada kemasan obat bukan sekadar informasi tambahan, melainkan bagian penting untuk memastikan obat digunakan dengan benar dan aman.

Selengkapnya
  • 03 November 2026
  • 10 kali
Sudah Merasa Sehat, Apakah Obat yang Diresepkan Boleh Langsung Dihentikan?

Ketika kondisi tubuh mulai membaik, sebagian orang merasa tidak perlu lagi melanjutkan obat yang diresepkan dokter. Padahal, merasa sehat belum tentu berarti penyakit sudah benar-benar teratasi. Menghentikan obat terlalu cepat dapat menyebabkan keluhan kembali, pengobatan tidak tuntas, atau menimbulkan risiko kesehatan tertentu. Kenali kapan obat boleh dihentikan dan mengapa keputusan tersebut perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Selengkapnya