kei.medika@gmail.com 08117450412

Bagaimana Tahapan Pengobatan Pada Luka Amputasi ?

Ditinjau oleh: ANNISA ADRIANI ANUGRAH | 29 November 2022 | Kesehatan | Dibaca: 82 x
Bagaimana Tahapan Pengobatan Pada Luka Amputasi ?

Amputasi adalah hilang atau putusnya bagian tubuh, seperti jari, lengan, atau tungkai. Amputasi bisa terjadi akibat cedera, atau bisa juga merupakan bagian dari operasi pemotongan bagian tubuh tertentu untuk mengatasi suatu kondisi atau penyakit.  Ini bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk bergerak, bekerja, berinteraksi dengan orang lain, dan mempertahankan kemandirian. Selain itu, rasa sakit yang berkelanjutan, fenomena phantom limb dan trauma emosional dapat mempersulit pemulihan. Operasi ini sebenarnya bertujuan untuk mengendalikan rasa sakit atau penyakit yang menyerang pada bagian tubuh tertentu. Faktanya, sebagian tubuh juga bisa hilang sebelum lahir, yang disebut amputasi bawaan. Penyembuhan, pemulihan, dan rehabilitasi dari amputasi besar akan memerlukan pendekatan multidisiplin.

 Penyebab Amputasi

Amputasi dapat terjadi akibat cedera parah yang tidak disengaja, atau bisa juga direncanakan oleh dokter untuk menangani sejumlah penyakit. Berikut ini adalah penjelasannya:

Amputasi akibat cedera

Amputasi yang disebabkan oleh cedera bisa terjadi akibat sejumlah kondisi berikut:

  • Bencana alam, misalnya tertimpa reruntuhan gedung saat gempa
  • Kecelakaan akibat pekerjaan yang melibatkan mesin atau alat berat
  • Kecelakaan kendaraan bermotor
  • Serangan binatang buas
  • Luka bakar parah
  • Luka tembak

Amputasi akibat penyakit

Banyak penyakit yang dapat membuat seseorang harus menjalani prosedur amputasi, antara lain:

  • Penebalan jaringan saraf (neuroma)
  • Frostbite atau cedera akibat paparan suhu dingin yang ekstrem
  • Infeksi parah di lengan atau kaki, misalnya infeksi tulang (osteomilitis) atau necrotising fasciitisyang parah
  • Kanker, seperti osteorsakoma atau kanker yang menyebar ke tulang, otot, saraf, dan pembuluh darah
  • Gangren, misalnya akibat penyakit arteri perifer atau neuropati diabetik 

Gejala Amputasi

Gejala amputasi yang dapat dialami, terutama pada amputasi akibat cedera, antara lain:

  • Rasa sakit, yang tingkat rasa sakitnya tidak selalu sebanding dengan tingkat keparahan cedera atau perdarahan
  • Perdarahan, yang tingkat keparahannya tergantung pada lokasi dan jenis cedera yang dialami
  • Jaringan tubuh rusak, tetapi sebagian jaringan masih terhubung dengan otot, tulang, sendi, dan kulit, atau malah terputus total

Bagaimana Melakukan Amputasi.

Ada tiga tahapan proses amputasi, sebagai berikut:

Persiapan 

Dokter bedah akan memberikan instruksi khusus tentang bagaimana mempersiapkan operasi amputasi. Kemungkinan besar, kamu harus berpuasa setidaknya enam jam sebelum operasi. Dokter bedah juga mungkin akan meresepkan obat untuk diminum pada pagi hari operasi.

Sebelum operasi, kamu akan menerima anestesi (obat agar pasien tidak merasakan sakit). Paling sering, dokter menggunakan anestesi umum atau spinal. Anestesi umum membuat Pasie juga harus tetap tertidur selama operasi. Anestesi tulang belakang membuat pasien mati rasa dari pinggang atau anggota tubuh ke bawah.

Proses Amputasi

Dalam operasi amputasi, ahli bedah akan mengangkat semua jaringan yang sakit. Tim akan menjaga sebanyak mungkin jaringan sehat tetap utuh. Dokter juga akan merencanakan operasi yang membuat pasien siap untuk fungsi terbaik setelah mereka pulih. Itu termasuk rencana untuk penggunaan kaki palsu. 

Selama prosedur, ahli bedah akan:

·         Menghilangkan jaringan yang rusak dan tulang yang hancur.

·         Menghaluskan tulang yang tidak rata.

·         Menutup pembuluh darah untuk mencegah pendarahan.

·         Membentuk otot sehingga tunggul (ujung tungkai) dapat dipasangi tungkai palsu jika diinginkan.

·         Menempatkan pembalut steril (perban) di atas luka.

·         Dokter bedah mungkin menggunakan jahitan atau staples untuk menjahit tunggul segera ditutup. Atau ahli bedah mungkin menunggu beberapa hari untuk membiarkan luka mengering.

Setelah Amputasi

Setelah amputasi, kamu harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari. Beberapa orang tinggal selama satu atau dua minggu. Tim bedah akan melacak penyembuhan dan kemajuan. Pasien dapat minum obat pereda nyeri untuk meredakan ketidaknyamanan atau antibiotik untuk mencegah infeksi. Pasien juga akan mulai bertemu dengan ahli terapi fisik dalam beberapa hari pertama setelah operasi. Banyak pasien pergi ke fasilitas rehabilitasi untuk sementara waktu setelah amputasi. Ini ditujukan supaya mereka dapat belajar melakukan hal-hal secara mandiri. 

Setelah amputasi lengan atau kaki, kamu mungkin menjadi kandidat untuk kaki palsu. Anggota badan palsu meniru gerakan anggota badan alami, tetapi mungkin terasa canggung untuk digunakan pada awalnya. Seorang ahli terapi fisik mengajarkan latihan untuk membantu agar kamu terbiasa dengan anggota tubuh buatan. Biasanya, pemasangan prostetik terjadi sekitar enam sampai delapan minggu setelah operasi dan ketika sayatan sudah benar-benar sembuh. Saat kamu menerima prostesis, kamu akan mempelajari dasar-dasar penggunaannya, termasuk cara:

·         Memasang prostetik.

·         Melepaskan prostetiknya.

·         Berjalan dan bergerak dengan kaki palsu.

·         Merawat prostetik. 

Pengobatan Amputasi

Pengobatan amputasi harus dilakukan di rumah sakit. Bila amputasi baru dilakukan dan terjadi perdarahan hebat, dokter akan terlebih dahulu menghentikan perdarahan. Setelah itu, dokter akan memberikan infus cairan dan transfusi darah guna menstabilkan kondisi pasien. Pada beberapa kasus, bagian tubuh yang terpotong dapat disambungkan lagi dengan prosedur replantasi. Replantasi dilakukan bila bagian tubuh yang akan disatukan kembali tidak rusak parah dan diperkirakan bisa berfungsi dengan baik setelah replantasi dilakukan.

Jika kedua faktor di atas tidak terpenuhi, maka replantasi tidak akan dilakukan. Bagi pasien yang tidak bisa menjalani replantasi, dokter akan menyarankan penggunaan prostesis. Pada beberapa kasus, prostesis bisa menggantikan fungsi bagian tubuh yang hilang dengan baik.

Pemulihan setelah amputasi

Kehilangan anggota tubuh secara permanen akibat amputasi dapat mengurangi rasa percaya diri dan menurunkan kemampuan pasien dalam beraktivitas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter akan menganjurkan pasien menjalani rehabilitasi fisik secara rutin. Rehabilitasi yang dilakukan meliputi:

  • Latihan untuk meningkatkan kekuatan otot
  • Latihan untuk meningkatkan keterampilan anggota gerak, agar pasien bisa menjalani aktivitas secara mandiri
  • Pengobatan dan perawatan untuk menunjang pemulihan dan meredakan rasa nyeri yang muncul di area amputasi
  • Terapi psikologi untuk mengatasi gangguan emosional yang mungkin dialami oleh pasien akibat kehilangan organ tubuh
  • Penggunaan alat bantu, seperti kursi roda dan kruk

Pencegahan Amputasi

Amputasi akibat cedera biasanya terjadi secara tiba-tiba tanpa diduga sehingga sulit untuk dicegah. Sementara upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari amputasi akibat penyakit adalah dengan mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Sebagai contoh, amputasi akibat penyakit arteri perifer dan diabetes dapat dicegah dengan berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga. Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari amputasi adalah:

  • Cegah borok di kaki bila Anda menderita diabetes, karena borok dapat meningkatkan risiko amputasi.
  • Gunakan alat pelindung diri, baik saat berkendara maupun bekerja, terutama bila pekerjaan Anda melibatkan penggunaan alat-alat berat.
  • Selalu berhati-hati dan menaati rambu lalu lintas dalam berkendara guna menghindari terjadinya kecelakaan.

Untuk info seputar kesehatan lebih lanjut silakan buka website www.keimedia.com atau bisa download aplikasikeimedika melalui playstore. Terkhusus masyarakat yang didaerah Jambi bisa datangi klinik kami. Buruan datang untuk menikmati layanan kesehatan dari kami.

Referensi :

https://www.alodokter.com/amputasi diakses pada tanggal 28 November 2022

https://www.halodoc.com/kesehatan/amputasi diakses pada tanggal 28 November 2022

https://id.wikipedia.org/wiki/Amputasi diakses pada tanggal 28 November 2022

 

Belum install aplikasi
Kei Medika? Yuk, unduh sekarang juga!