Acetylcysteine
atau asetilsistein merupakan obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak dan
mengobati keracunan paracetamol. Acetylcysteine memiliki beberapa bentuk, yaitu
tablet, sirup, kapsul, suntik atau larutan inhalasi. Acetylcysteine bekerja
sebagai mukolotik yang berfungsi sebagai pengencer dahak, sehingga dahak akan
lebih mudah untuk dikeluarkan melalui batuk.
Obat
ini hanya digunakan untuk mengencerkan dahak dan mencegah kerja racun (antidot)
pada pasien yang overdosis paracetamol. Pasien yang tidak boleh mengonsumsi
obat ini adalah pasien yang memiliki penyakit ginjal, asma, sakit maag, tukak
lambung, varises esofagus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung,
atau sedang menjalani diet rendah garam.
Efek samping : penggunaan obat
tentunya memiliki efek samping yang berbeda-beda pada setiap individu. Efek samping
yang mungkin akan ditimbulkan ketika menggunakan obat ini, yaitu mual, muntah,
sakit perut, pilek, sariawan, dan demam. Jika terjadi efek samping yang semakin
parah sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Dosis : Acetylcysteine bisa digunakan
oleh orang dewasa dan anak-anak. Untuk dosis penggunaan obat ini pada orang
dewasa adalah 200mg 3 kali sehari atau 600mg (untuk sediaan effervescent) 1
kali sehari. Dosis maksimalnya yaitu 600mg per hari. Sedangkan untuk anak-anak
usia 2-6 tahun adalah 100mg 2-4 kali sehari dan anak-anak usia > 6 tahun
adalah 200mg 2-3 kali sehari.
Aturan pakai : Obat ini baik
dikonsumsi sesudah makan.
Ikuti
saran dan aturan pakai yang sudah diberikan oleh dokter untuk konsumsi acetylcysteine.
Jika anda sedang dalam kondisi menyusui sebaiknya konsultasikan dulu dengan
dokter, anda bisa mendownload aplikasi kei medika dan menggunakan layanan
konsultasi dokter.
Refernsi
:
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/acetylcysteine-200-mg-10-kapsul
Diakses pada tanggal 15 Maret 2022
https://www.alomedika.com/obat/obat-untuk-saluran-napas/ekspektoran/acetylcysteine
Diakses pada tanggal 15 Maret 2022
https://www.alodokter.com/acetylcysteine
Diakses pada tanggal 15 Maret 2022