Sebagian orang mengonsumsi suplemen herbal untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, atau membantu meredakan keluhan tertentu. Di sisi lain, ada juga yang rutin menggunakan obat dari dokter untuk mengatasi penyakit yang sedang dialami.
Masalahnya, suplemen herbal dan obat dokter tidak selalu bisa dikonsumsi bersamaan tanpa pertimbangan. Bahan herbal tertentu dapat mengubah cara kerja obat di dalam tubuh, meningkatkan risiko efek samping, atau mengurangi efektivitas pengobatan. Karena itu, penting untuk mengetahui kandungan produk yang digunakan dan berkonsultasi sebelum menggabungkannya.
Meskipun berasal dari tumbuhan atau bahan alami, suplemen herbal tetap mengandung senyawa aktif yang dapat memengaruhi fungsi tubuh.
Beberapa senyawa herbal dapat memengaruhi enzim yang memproses obat di hati atau sistem pengangkutan obat di dalam tubuh. Akibatnya, kadar obat tertentu bisa meningkat atau menurun.
Selain itu, herbal juga dapat memiliki efek yang mirip atau berlawanan dengan obat yang sedang dikonsumsi. Jika efeknya saling memperkuat, risiko efek samping bisa meningkat. Sebaliknya, jika suatu herbal mengurangi kerja obat, pengobatan mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Risikonya bergantung pada jenis herbal, dosis, jenis obat, kondisi kesehatan, dan cara penggunaannya. Jadi, tidak semua kombinasi pasti berbahaya, tetapi keamanannya perlu dinilai secara spesifik.
Ada beberapa contoh interaksi yang perlu diketahui agar penggunaan suplemen lebih aman.
St. John's wort: Herbal ini dapat mengurangi efektivitas berbagai obat karena memengaruhi enzim dan protein pengangkut obat. Interaksinya dapat melibatkan obat tertentu untuk transplantasi, kontrasepsi hormonal, dan beberapa obat lainnya.
Ginkgo biloba: Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika dikombinasikan dengan obat tertentu yang memengaruhi pembekuan darah.
Bawang putih dalam bentuk suplemen dosis tinggi: Berpotensi meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika digunakan bersama obat antikoagulan atau antiplatelet.
Ginseng: Dapat memengaruhi respons gula darah dan berpotensi berinteraksi dengan obat diabetes atau obat tertentu lainnya.
Kunyit atau kurkumin dalam bentuk suplemen pekat: Dapat menimbulkan interaksi pada kondisi tertentu. Risiko penggunaan juga perlu diperhatikan pada orang yang memiliki gangguan saluran empedu atau menggunakan obat tertentu.
Contoh-contoh tersebut tidak berarti semua orang harus menghindari herbal tersebut. Interaksi bisa berbeda bergantung pada produk, dosis, dan obat yang digunakan. Penggunaan sebagai bumbu makanan juga tidak selalu memiliki risiko yang sama dengan ekstrak herbal berkonsentrasi tinggi.
Ya, hal tersebut bisa terjadi pada kombinasi tertentu.
Sebagai contoh, St. John's wort dapat mempercepat pemecahan atau mengurangi kadar sejumlah obat di dalam tubuh. Akibatnya, obat tertentu mungkin tidak bekerja secara optimal.
Sebaliknya, beberapa herbal dapat memperkuat efek obat. Jika seseorang menggunakan suplemen yang memengaruhi pembekuan darah bersamaan dengan obat pengencer darah, risiko perdarahan dapat meningkat.
Interaksi tidak selalu langsung menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Terkadang, efeknya baru terlihat melalui perubahan hasil pengobatan atau pemeriksaan laboratorium.
Karena itu, jangan menghentikan obat dokter atau mengganti dosisnya sendiri hanya karena mulai mengonsumsi herbal. Jika merasa pengobatan tidak memberikan hasil yang diharapkan, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Tidak. Produk yang dijual bebas atau memiliki label alami tidak otomatis bebas dari risiko.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:
Kandungan produk: Periksa komposisi dan jumlah bahan aktif, bukan hanya nama atau klaim manfaatnya.
Kualitas dan sumber produk: Produk dengan informasi produsen yang tidak jelas dapat memiliki risiko mutu dan kandungan yang tidak sesuai label.
Nomor izin edar: Periksa status izin edar produk melalui kanal resmi BPOM sesuai kategori produknya.
Klaim berlebihan: Waspadai produk yang menjanjikan kesembuhan semua penyakit atau meminta konsumen menghentikan pengobatan dokter.
Kondisi kesehatan: Orang dengan penyakit hati, ginjal, gangguan pembekuan darah, atau yang sedang hamil perlu lebih berhati-hati.
Perlu dipahami bahwa izin edar bukan berarti suatu produk pasti cocok untuk semua orang atau bebas berinteraksi dengan obat lain.
Jika kamu ingin menggunakan suplemen herbal bersamaan dengan obat dokter, lakukan beberapa langkah berikut.
Beri tahu dokter atau apoteker. Sampaikan semua obat, vitamin, jamu, dan suplemen yang sedang digunakan.
Bawa kemasan atau foto label produk. Informasi komposisi, dosis, dan produsennya dapat membantu tenaga medis menilai potensi interaksi.
Jangan mengandalkan jeda waktu saja. Memisahkan waktu minum obat dan herbal tidak selalu mencegah interaksi karena sebagian efeknya berlangsung di dalam tubuh selama berjam-jam atau berhari-hari.
Hindari menambah dosis sendiri. Menganggap produk herbal kurang kuat lalu mengonsumsinya lebih banyak justru dapat meningkatkan risiko efek samping.
Jangan menghentikan obat resep tanpa arahan. Jika suatu kombinasi berisiko, dokter atau apoteker dapat membantu menentukan langkah yang lebih aman.
Jika setelah mengonsumsi kombinasi produk muncul perdarahan yang tidak biasa, muntah hebat, sesak napas, pembengkakan pada wajah, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala memburuk.
Konsultasi sebaiknya dilakukan sebelum memulai suplemen herbal, terutama jika kamu rutin menggunakan obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, gangguan pembekuan darah, atau kondisi kronis lainnya.
Konsultasi juga penting jika kamu akan menjalani operasi atau prosedur medis karena beberapa suplemen herbal dapat memengaruhi perdarahan, tekanan darah, atau respons terhadap obat anestesi.
Di Klinik Kei Medika Jambi, kamu dapat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan dan penggunaan obat maupun suplemen yang sedang dikonsumsi. Informasi mengenai nama produk, dosis, dan frekuensi penggunaan akan membantu tenaga medis memberikan arahan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Suplemen herbal dan obat dokter memang bisa memengaruhi satu sama lain. Dampaknya dapat berupa peningkatan efek samping, perubahan kadar obat, atau berkurangnya efektivitas pengobatan.
Karena itu, jangan menilai keamanan produk hanya dari bahan alaminya atau klaim pada kemasan. Sampaikan semua herbal dan suplemen yang kamu konsumsi kepada dokter atau apoteker sebelum menggabungkannya dengan obat resep. Dengan begitu, manfaat yang diharapkan bisa dipertimbangkan tanpa mengabaikan risiko interaksi dan keselamatan kesehatan.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.