Saat menstruasi, sebagian perempuan mengalami perubahan kondisi tubuh, mulai dari kram perut, sakit kepala, perubahan suasana hati, hingga rasa lelah. Keluhan tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon, kualitas tidur, dan ketidaknyamanan selama menstruasi.
Namun, bagaimana jika tubuh terasa sangat lemas setiap kali haid? Bahkan, aktivitas sederhana seperti berjalan, bekerja, atau menaiki tangga terasa lebih berat dari biasanya.
Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah anemia, yaitu kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal. Anemia dapat terjadi akibat kekurangan zat besi, termasuk karena kehilangan darah menstruasi dalam jumlah banyak.
Rasa lelah selama menstruasi tidak selalu menandakan penyakit. Perubahan hormon menjelang dan selama haid dapat memengaruhi energi, suasana hati, serta kualitas tidur.
Selain itu, nyeri menstruasi dapat membuat seseorang sulit tidur atau kurang nyaman beraktivitas. Jika nafsu makan menurun atau asupan makanan tidak mencukupi, tubuh juga bisa terasa lebih lemas.
Namun, rasa lelah yang berat, berlangsung terus-menerus, atau muncul setiap bulan dengan intensitas yang semakin meningkat perlu diperhatikan. Terutama jika menstruasi berlangsung lama atau darah yang keluar lebih banyak daripada biasanya.
Dalam kondisi tersebut, kehilangan darah dapat mengurangi cadangan zat besi dan meningkatkan risiko anemia.
Menstruasi menyebabkan tubuh kehilangan sejumlah darah setiap bulan. Bersama darah tersebut, tubuh juga kehilangan zat besi yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin.
Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar hemoglobin terlalu rendah, pasokan oksigen ke jaringan dapat berkurang sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah dan lemas.
Risiko anemia dapat meningkat jika seseorang mengalami menstruasi yang sangat banyak, memiliki asupan zat besi yang kurang, atau mengalami kondisi lain yang menyebabkan kehilangan darah.
Beberapa tanda menstruasi yang perlu diperhatikan antara lain:
Perdarahan berlangsung lebih dari tujuh hari.
Pembalut penuh dalam waktu singkat atau perlu diganti sangat sering.
Perlu menggunakan pembalut ganda untuk menampung darah.
Sering terbangun pada malam hari untuk mengganti pembalut.
Keluar gumpalan darah berukuran besar secara berulang.
Tanda-tanda tersebut tidak otomatis memastikan adanya anemia, tetapi dapat menunjukkan bahwa perdarahan menstruasi perlu dievaluasi.
Anemia dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya. Pada kondisi ringan, gejalanya terkadang tidak begitu terasa.
Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
Mudah lelah dan lemas
Tubuh terasa kekurangan energi meskipun aktivitas tidak terlalu berat. Rasa lelah dapat mengganggu pekerjaan, belajar, atau kegiatan sehari-hari.
Pusing atau sakit kepala
Sebagian orang mengalami sakit kepala, rasa melayang, atau pusing ketika berdiri. Namun, keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Wajah atau bagian dalam kelopak mata tampak pucat
Pucat dapat menjadi salah satu tanda anemia, meskipun tidak selalu mudah dikenali hanya dengan melihat penampilan.
Jantung berdebar
Jantung dapat berdetak lebih cepat ketika tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen. Keluhan ini perlu diperhatikan jika sering muncul atau disertai sesak napas.
Mudah terengah-engah
Aktivitas yang biasanya terasa ringan, seperti berjalan cepat atau menaiki tangga, dapat membuat seseorang lebih cepat kehabisan napas.
Jika gejala tersebut berulang setiap kali menstruasi, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat anemia atau penyebab lainnya.
Tidak. Rasa lelah saat menstruasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan anemia hanyalah salah satu kemungkinan.
Selain kehilangan darah, penyebab lainnya meliputi:
Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk.
Nyeri menstruasi yang mengganggu istirahat.
Asupan makanan yang tidak mencukupi.
Stres fisik maupun emosional.
Kondisi medis seperti gangguan tiroid atau masalah kesehatan lainnya.
Sebagian perempuan juga mengalami gejala pramenstruasi, seperti kelelahan, perubahan suasana hati, dan sulit berkonsentrasi, sebelum darah haid mulai keluar.
Karena gejalanya dapat saling menyerupai, rasa lelah saja tidak cukup untuk memastikan anemia. Pemeriksaan diperlukan jika keluhan terasa berat, menetap, atau sering berulang.
Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin. Karena itu, mencukupi kebutuhan zat besi melalui makanan merupakan salah satu langkah untuk membantu menjaga kesehatan darah.
Beberapa sumber zat besi yang dapat dikonsumsi antara lain:
Daging merah: Mengandung zat besi yang relatif mudah diserap tubuh.
Ikan dan ayam: Menyediakan zat besi serta protein.
Telur: Mengandung sejumlah zat besi dan nutrisi lain.
Kacang-kacangan dan tahu-tempe: Menjadi pilihan sumber zat besi dari tumbuhan.
Sayuran hijau: Seperti bayam, yang mengandung zat besi dan nutrisi pendukung lainnya.
Mengonsumsi makanan sumber vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, atau tomat, bersama makanan sumber zat besi dari tumbuhan dapat membantu penyerapan zat besi.
Namun, jika anemia sudah terjadi, memperbaiki pola makan saja mungkin tidak cukup. Suplemen zat besi dapat diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan anjuran tenaga medis.
Hindari mengonsumsi suplemen zat besi dalam dosis tinggi tanpa arahan karena kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan efek samping dan berbahaya dalam kondisi tertentu.
Jika sering merasa lelah saat menstruasi, terutama jika darah haid keluar banyak, dokter dapat menyarankan pemeriksaan berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan.
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan ini membantu menilai kadar hemoglobin dan karakteristik sel darah merah untuk mengetahui apakah terdapat anemia.
Pemeriksaan ferritin
Ferritin digunakan untuk menilai cadangan zat besi tubuh. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kekurangan zat besi, termasuk ketika evaluasi lebih lanjut diperlukan.
Evaluasi pola menstruasi
Dokter dapat menanyakan lama menstruasi, jumlah darah yang keluar, frekuensi penggantian pembalut, serta adanya gumpalan darah.
Pemeriksaan penyebab perdarahan
Jika menstruasi sangat banyak atau berlangsung lama, pemeriksaan tambahan dapat diperlukan untuk mencari penyebabnya, misalnya gangguan hormon atau masalah pada rahim.
Tidak semua orang membutuhkan seluruh pemeriksaan tersebut. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sebaiknya konsultasikan kondisi jika rasa lelah saat haid terjadi berulang kali, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga dianjurkan jika menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari atau darah yang keluar terasa jauh lebih banyak daripada biasanya.
Segera cari pertolongan medis jika perdarahan sangat banyak, misalnya membasahi satu pembalut penuh setiap jam selama dua jam berturut-turut, terutama jika disertai pusing, sesak napas, jantung berdebar, atau kelemahan yang nyata.
Jika sampai hampir pingsan, pingsan, mengalami sesak napas berat, atau nyeri dada, segera pergi ke IGD.
Jangan menganggap rasa lemas yang berat sebagai bagian normal dari menstruasi. Kehilangan darah yang berlebihan dapat memerlukan penanganan segera.
Rasa lelah saat menstruasi memang bisa terjadi akibat perubahan tubuh selama siklus haid. Namun, jika keluhan sering berulang, terasa berlebihan, atau disertai perdarahan yang banyak, pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah terdapat anemia atau masalah kesehatan lainnya.
Kamu dapat berkonsultasi di Klinik Kei Medika Jambi untuk mendiskusikan keluhan yang dialami dan menentukan apakah pemeriksaan darah atau evaluasi lanjutan diperlukan.
Sampaikan sejak kapan rasa lelah muncul, berapa lama menstruasi berlangsung, seberapa banyak darah yang keluar, serta apakah terdapat keluhan seperti pusing, pucat, atau jantung berdebar. Informasi tersebut dapat membantu tenaga medis melakukan evaluasi dengan lebih tepat.
Sering merasa lelah saat haid tidak selalu berarti mengalami anemia. Perubahan hormon, kurang tidur, nyeri menstruasi, dan faktor lainnya juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas.
Namun, menstruasi yang banyak dapat menyebabkan kehilangan zat besi dan meningkatkan risiko anemia. Jika rasa lelah terjadi berulang, semakin berat, atau disertai pusing, pucat, sesak napas, maupun jantung berdebar, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, penanganan dapat diberikan secara lebih tepat sehingga kesehatan tubuh dan aktivitas sehari-hari tetap terjaga.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.