Download di Play Store
  • kei.medika@gmail.com
  • +628117450412
Puting Lecet Saat Menyusui? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apakah Puting Lecet Saat Menyusui Itu Normal?

Puting terasa sensitif atau sedikit tidak nyaman memang dapat terjadi pada hari-hari awal menyusui. Namun, menyusui seharusnya tidak terus-menerus terasa sangat sakit.

Jika rasa sakit muncul setiap kali bayi menyusu, puting mulai lecet, pecah-pecah, atau berdarah, kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan. Salah satu penyebab yang paling umum adalah bayi belum melekat dengan baik pada payudara.

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin mudah masalah tersebut ditangani.

Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan puting terasa sakit atau mengalami luka selama menyusui.

Pelekatan Bayi Kurang Tepat

Pelekatan atau latch merupakan salah satu faktor yang paling sering berhubungan dengan puting lecet.

Jika bayi hanya mengisap bagian puting dan tidak memasukkan cukup banyak bagian areola ke dalam mulut, puting dapat tertekan dan bergesekan sehingga menimbulkan rasa sakit atau luka.

Tanda pelekatan mungkin belum optimal antara lain:

  • Menyusui terasa sangat sakit
  • Puting terlihat pipih atau seperti terjepit setelah menyusui
  • Puting mengalami luka atau perdarahan
  • Bayi sering terlepas dari payudara
  • Bayi hanya mengisap bagian puting

Posisi Menyusui Belum Nyaman

Posisi tubuh ibu dan bayi juga berpengaruh terhadap proses menyusui. Jika tubuh bayi tidak menghadap ibu dengan baik atau posisi kepala dan tubuh kurang sejajar, bayi bisa kesulitan mendapatkan pelekatan yang dalam.

Sedikit perubahan posisi terkadang dapat membuat proses menyusui jauh lebih nyaman.

Payudara Terlalu Penuh

Payudara yang sangat penuh atau mengalami pembengkakan dapat membuat area puting menjadi lebih tegang sehingga bayi lebih sulit melekat dengan baik.

Kondisi ini dapat membuat proses menyusui terasa sakit sekaligus membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI secara efektif.

Bayi Mengalami Tongue-Tie

Pada sebagian bayi, kondisi seperti tongue-tie dapat membuat gerakan lidah lebih terbatas dan menyulitkan bayi untuk melekat dengan baik pada payudara.

Salah satu dampaknya dapat berupa puting ibu yang terus-menerus terasa sakit atau mengalami luka. Namun, tidak semua bayi dengan tongue-tie mengalami masalah menyusui sehingga diperlukan penilaian tenaga kesehatan.

Infeksi pada Puting atau Payudara

Puting yang mengalami luka juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Selain itu, nyeri pada puting atau payudara yang tidak kunjung membaik terkadang dapat berkaitan dengan infeksi tertentu.

Karena itu, apabila rasa sakit menetap meskipun posisi dan pelekatan bayi sudah diperbaiki, ibu sebaiknya mendapatkan pemeriksaan.

Bagaimana Cara Mengatasi Puting Lecet?

Langkah pertama bukan sekadar mengoleskan sesuatu pada puting, tetapi mencari tahu penyebabnya.

Jika penyebab utamanya adalah pelekatan bayi yang kurang tepat, penggunaan krim saja tidak akan menyelesaikan masalah apabila teknik menyusu tetap sama.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

Periksa Kembali Pelekatan Bayi

Pastikan mulut bayi terbuka lebar ketika mulai menyusu dan bayi mendapatkan bagian payudara yang cukup, bukan hanya puting.

Jika ibu merasa ragu, mintalah tenaga kesehatan atau konselor laktasi untuk mengamati proses menyusui secara langsung.

Tetap Menyusui Jika Memungkinkan

Puting lecet bukan berarti ibu harus langsung berhenti menyusui.

Jika penyebabnya dapat diperbaiki, menyusui tetap dapat dilanjutkan. Apabila menyusui langsung terlalu sakit untuk sementara waktu, ibu dapat berkonsultasi mengenai pilihan memerah ASI agar kebutuhan bayi dan produksi ASI tetap diperhatikan.

Jangan sengaja mempersingkat waktu menyusui hanya karena puting terasa sakit tanpa mencari penyebabnya, karena hal tersebut belum tentu menyelesaikan masalah dan dapat memengaruhi stimulasi produksi ASI.

Jaga Area Puting Tetap Bersih dan Kering

Setelah menyusui, ibu dapat membiarkan puting mengering sebelum mengenakan pakaian.

Jika menggunakan breast pad, gantilah secara rutin terutama ketika sudah basah. Gunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu ketat agar area payudara tidak semakin tertekan.

Hindari Sabun Berlebihan pada Puting

Penggunaan sabun secara berlebihan dapat membuat kulit puting semakin kering dan mudah mengalami iritasi.

Perawatan sebaiknya dilakukan dengan lembut dan tidak menggosok area puting yang sedang mengalami luka.

Jangan Asal Menggunakan Produk

Berbagai produk untuk puting lecet memang tersedia, tetapi penggunaan produk tidak menggantikan pentingnya memperbaiki penyebab utama.

Jika puting kering atau mengalami luka, ibu dapat meminta saran tenaga kesehatan mengenai produk yang aman digunakan selama menyusui.

Bagaimana Jika Puting Sampai Berdarah?

Puting yang pecah atau berdarah sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian yang harus ditahan dari proses menyusui.

Kondisi tersebut merupakan tanda bahwa ibu perlu mendapatkan bantuan untuk mencari penyebabnya, terutama jika luka terus berulang.

Periksa kembali pelekatan bayi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi. Puting yang mengalami luka juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi.

Puting Lecet dan Mastitis, Apa Hubungannya?

Puting lecet bukan berarti pasti mengalami mastitis. Namun, masalah menyusui seperti pelekatan yang kurang baik dapat menyebabkan proses pengeluaran ASI menjadi tidak optimal dan meningkatkan risiko masalah pada payudara.

Mastitis dapat menyebabkan payudara terasa nyeri, bengkak, panas, kemerahan, dan pada sebagian ibu disertai gejala seperti demam atau merasa tidak enak badan.

Jika ibu mengalami nyeri payudara yang disertai demam atau kondisi tubuh semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Kapan Puting Lecet Perlu Diperiksakan?

Jangan menunggu terlalu lama untuk mencari bantuan apabila:

  • Puting terus terasa sakit setiap kali menyusui
  • Luka semakin dalam atau terus berdarah
  • Puting tidak membaik setelah teknik menyusui diperbaiki
  • Payudara terasa sangat nyeri, bengkak, panas, atau kemerahan
  • Ibu mengalami demam
  • Ibu merasa sangat kesulitan menyusui
  • Bayi sulit melekat pada payudara
  • Bayi sering terlepas saat menyusu
  • Bayi tampak tidak mendapatkan ASI dengan baik
  • Berat badan bayi tidak bertambah sesuai pemantauan

CDC juga menyarankan ibu mencari bantuan tenaga kesehatan atau pendukung laktasi apabila terdapat tanda pelekatan yang kurang baik atau ibu memiliki kekhawatiran mengenai produksi ASI.

Jangan Menahan Sakit Sendirian

Menyusui memang merupakan proses yang membutuhkan penyesuaian antara ibu dan bayi. Tidak semua ibu langsung menemukan posisi yang nyaman sejak pertama kali menyusui.

Puting lecet bukan berarti ibu gagal menyusui. Justru kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa ada hal dalam proses menyusui yang perlu dievaluasi.

Semakin cepat ibu mendapatkan bantuan, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan diperbaiki.

Menyusui Nyaman Dimulai dari Pelekatan yang Tepat

Puting lecet saat menyusui paling sering berkaitan dengan masalah posisi dan pelekatan bayi, tetapi penyebab lain seperti pembengkakan payudara, tongue-tie, maupun infeksi juga perlu dipertimbangkan.

Jadi, jangan hanya fokus menghilangkan rasa sakitnya. Cari tahu juga apa yang menyebabkan puting menjadi lecet.

Dengan teknik menyusui yang tepat, dukungan keluarga, dan bantuan tenaga kesehatan ketika diperlukan, proses menyusui dapat menjadi lebih nyaman bagi ibu maupun bayi.

Klinik Kei Medika – Jambi
Informasi & Reservasi
WA: 0811-7450-412
Instagram: @keimedika
Website: www.keimedika.com

 Revita Paulina Putri
Revita Paulina Putri
Digital Marketing
  • Kategori: Ibu dan Anak
  • Tags: puting lecet saat menyusui, puting sakit saat menyusui, penyebab puting lecet, cara mengatasi puting