Obat yang disimpan di rumah terkadang tidak langsung digunakan sampai habis. Ada yang tersimpan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun di dalam kotak obat. Namun, sebelum menggunakannya kembali, penting untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa sekaligus kondisi fisik obat tersebut.
Pasalnya, obat yang belum melewati tanggal kedaluwarsa belum tentu masih layak digunakan. Begitu juga sebaliknya, obat yang terlihat normal belum tentu aman apabila sudah melewati batas tanggal penggunaannya.
Obat kedaluwarsa adalah obat yang sudah melewati tanggal penggunaan terakhir sebagaimana tercantum pada kemasan atau label produk. Tanggal tersebut ditentukan berdasarkan pengujian stabilitas untuk memastikan obat memenuhi standar kualitas, keamanan, dan efektivitas selama masa penyimpanan yang ditetapkan.
Setelah melewati tanggal tersebut, produsen tidak lagi menjamin bahwa obat masih memiliki kualitas sesuai standar.
Obat kedaluwarsa sebaiknya tidak digunakan, meskipun bentuk, warna, aroma, dan kemasannya masih terlihat normal. Hal ini karena perubahan kualitas obat tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pengamatan secara langsung.
Berbeda dengan obat kedaluwarsa, obat rusak adalah obat yang mengalami perubahan kondisi fisik, kimia, atau kualitas sehingga tidak lagi memenuhi persyaratan untuk digunakan.
Kerusakan dapat terjadi bahkan sebelum tanggal kedaluwarsa apabila obat disimpan dengan cara yang tidak tepat atau terpapar kondisi lingkungan yang tidak sesuai.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan obat rusak antara lain:
Terpapar suhu panas secara berlebihan.
Terkena kelembapan atau air.
Terpapar sinar matahari langsung.
Kemasan bocor, terbuka, atau tidak tertutup rapat.
Terjadi kontaminasi akibat penggunaan yang tidak higienis.
Penyimpanan tidak sesuai petunjuk pada kemasan.
Artinya, tanggal kedaluwarsa bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika memeriksa kelayakan obat.
Perbedaan utama keduanya terletak pada penyebab dan kondisi obat.
Aspek | Obat Kedaluwarsa | Obat Rusak |
|---|---|---|
Penyebab | Telah melewati tanggal kedaluwarsa | Kualitas berubah akibat penyimpanan, paparan lingkungan, atau kontaminasi |
Waktu terjadi | Setelah batas tanggal penggunaan | Bisa terjadi sebelum tanggal kedaluwarsa |
Kondisi fisik | Bisa terlihat normal | Dapat menunjukkan perubahan fisik, meskipun tidak selalu |
Kelayakan penggunaan | Tidak dianjurkan digunakan | Tidak layak digunakan jika kualitasnya sudah terganggu |
Contohnya, tablet yang masih berada dalam kemasan tertutup tetapi sudah melewati tanggal kedaluwarsa termasuk obat kedaluwarsa. Sementara itu, sirup yang belum kedaluwarsa tetapi berubah warna, berbau tidak biasa, atau menunjukkan perubahan tekstur dapat dicurigai mengalami kerusakan.
Beberapa perubahan fisik dapat menjadi tanda bahwa obat mengalami kerusakan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua obat rusak menunjukkan perubahan yang terlihat.
Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
Tablet atau kapsul: berubah warna, retak, menggumpal, melembek, atau memiliki bau yang tidak biasa.
Sirup: mengalami perubahan warna, muncul endapan yang tidak sesuai karakteristik produk, atau berubah bau dan tekstur.
Obat salep atau krim: terpisah antara minyak dan cairan, berubah warna, atau mengalami perubahan konsistensi.
Obat tetes: cairan berubah warna, kemasan bocor, atau ujung botol mengalami kontaminasi.
Obat suntik: terdapat partikel, perubahan warna, atau perubahan kejernihan yang tidak sesuai petunjuk produk.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, jangan langsung menggunakan obat. Periksa petunjuk produk dan konsultasikan kepada apoteker atau tenaga kesehatan untuk memastikan langkah selanjutnya.
Obat yang mengalami kerusakan dapat mengalami perubahan kandungan, kestabilan, maupun efektivitas. Akibatnya, obat mungkin tidak lagi memberikan manfaat sesuai tujuan penggunaannya.
Pada kondisi tertentu, perubahan kualitas juga dapat meningkatkan risiko efek yang tidak diinginkan. Misalnya, obat yang terkontaminasi berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama apabila digunakan pada area sensitif seperti mata atau luka terbuka.
Selain itu, penggunaan obat yang kualitasnya sudah tidak terjamin dapat membuat penanganan keluhan menjadi kurang optimal.
Karena itu, jangan mencoba menguji kelayakan obat dengan cara mencicipi, mencium terlalu dekat, atau menggunakannya dalam jumlah sedikit untuk melihat reaksinya.
Sebelum menggunakan obat yang sudah lama disimpan, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan:
Periksa tanggal kedaluwarsa. Pastikan tanggal pada kemasan belum terlewati.
Perhatikan kondisi kemasan. Hindari obat dengan kemasan bocor, rusak, terbuka, atau segelnya sudah tidak utuh.
Amati kondisi fisik obat. Periksa apakah terdapat perubahan warna, bentuk, bau, tekstur, atau kejernihan.
Perhatikan cara penyimpanan. Pastikan obat disimpan sesuai petunjuk, termasuk ketentuan suhu dan perlindungan dari cahaya atau kelembapan.
Perhatikan batas penggunaan setelah dibuka. Beberapa obat memiliki masa penggunaan yang lebih singkat setelah kemasan dibuka atau setelah dilarutkan, meskipun tanggal kedaluwarsa pada kemasan belum terlewati.
Jika tanggal kedaluwarsa tidak terbaca atau kondisi obat meragukan, jangan menebak-nebak kelayakannya. Tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan.
Obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak tidak sebaiknya disimpan kembali bersama obat yang masih layak digunakan.
Pisahkan obat tersebut dan jauhkan dari jangkauan anak-anak maupun hewan peliharaan. Jika memungkinkan, manfaatkan fasilitas pengumpulan atau pengembalian obat kedaluwarsa yang tersedia melalui apotek, fasilitas kesehatan, atau program pengelolaan limbah obat setempat.
Jangan membuang obat sembarangan ke saluran air atau toilet. Untuk obat tertentu, seperti antibiotik, obat keras, atau sediaan khusus, ikuti petunjuk pembuangan dari apoteker atau fasilitas kesehatan.
Sebelum membuang kemasan, perhatikan juga informasi pribadi yang mungkin tercantum pada label resep dan identitas pasien.
Memastikan obat masih layak digunakan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan pengobatan. Pemeriksaan tanggal kedaluwarsa, kondisi fisik, serta cara penyimpanan dapat membantu mengurangi risiko penggunaan obat yang kualitasnya sudah tidak terjamin.
Jika memiliki obat yang sudah lama disimpan, mengalami perubahan fisik, atau tidak yakin apakah masih layak digunakan, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan atau apoteker.
Klinik dan Homecare Kei Medika Jambi dapat menjadi salah satu tempat untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan dan memperoleh arahan terkait penggunaan obat sesuai kebutuhan.
Obat kedaluwarsa dan obat rusak memang memiliki perbedaan, tetapi keduanya sama-sama perlu diwaspadai. Obat kedaluwarsa telah melewati batas tanggal penggunaan, sedangkan obat rusak dapat mengalami penurunan kualitas bahkan sebelum tanggal tersebut.
Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan tanggal kedaluwarsa ketika memeriksa obat. Perhatikan juga kondisi kemasan, perubahan fisik, serta cara penyimpanannya. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga keamanan penggunaan obat bagi diri sendiri dan keluarga.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.