Buang air kecil seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, sebagian orang mengalami sensasi perih, panas, atau nyeri ketika mengeluarkan urine. Keluhan ini sering disebut disuria dan dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki.
Menariknya, nyeri saat buang air kecil tidak selalu disertai demam. Hal ini terkadang membuat seseorang menganggap kondisinya tidak serius. Padahal, ada beberapa penyebab yang tetap memerlukan pemeriksaan meskipun suhu tubuh normal.
Salah satu penyebab nyeri saat buang air kecil yang cukup umum adalah infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi ini terjadi ketika mikroorganisme, terutama bakteri, masuk dan berkembang di saluran kemih.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
Rasa perih atau panas saat buang air kecil.
Keinginan buang air kecil lebih sering.
Urine keluar sedikit-sedikit.
Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.
Urine tampak keruh atau berbau lebih menyengat dari biasanya.
ISK yang terbatas pada kandung kemih dapat terjadi tanpa demam. Karena itu, suhu tubuh normal tidak cukup untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi.
Jika keluhan menetap atau berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai. Jangan langsung mengonsumsi antibiotik tanpa evaluasi tenaga medis.
Rasa perih saat buang air kecil juga dapat terjadi akibat iritasi, bukan hanya infeksi.
Beberapa pemicunya antara lain:
Penggunaan sabun berpewangi atau produk pembersih area intim.
Penggunaan cairan antiseptik yang tidak sesuai.
Gesekan saat beraktivitas seksual.
Iritasi akibat produk tertentu yang mengenai area kelamin.
Pada sebagian orang, iritasi dapat menimbulkan sensasi terbakar ketika urine menyentuh jaringan yang sedang sensitif. Keluhan biasanya lebih mudah dicurigai sebagai iritasi jika muncul setelah penggunaan produk baru atau aktivitas tertentu.
Untuk sementara, hindari produk yang diduga menjadi pemicu dan bersihkan area kelamin secara lembut menggunakan air. Jika rasa nyeri tidak membaik, semakin berat, atau disertai luka maupun cairan yang tidak biasa, lakukan pemeriksaan.
Batu saluran kemih terbentuk dari kristal mineral yang mengendap dan mengeras di ginjal atau saluran kemih. Jika batu bergerak atau mengganggu aliran urine, keluhan nyeri dapat muncul.
Gejalanya dapat berupa:
Nyeri saat buang air kecil.
Nyeri pada pinggang atau sisi punggung.
Urine berwarna merah muda, kemerahan, atau kecokelatan akibat darah.
Keinginan buang air kecil yang lebih sering.
Nyeri hebat yang datang dan pergi, terutama ketika batu bergerak di saluran kemih.
Tidak semua batu menimbulkan gejala yang sama. Seseorang bisa mengalami keluhan tanpa demam, tetapi nyeri yang sangat hebat atau darah dalam urine tetap perlu diperiksa.
Jika batu menyumbat saluran kemih sekaligus menyebabkan infeksi, kondisi tersebut dapat menjadi keadaan darurat, terutama jika disertai demam atau menggigil.
Nyeri saat buang air kecil terkadang berkaitan dengan infeksi menular seksual (IMS), misalnya gonore atau klamidia. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran kemih atau jaringan di sekitar alat kelamin.
Gejala yang mungkin menyertai meliputi:
Rasa perih saat buang air kecil.
Cairan yang tidak biasa keluar dari penis atau vagina.
Iritasi atau nyeri pada area kelamin.
Perdarahan di luar menstruasi pada sebagian perempuan.
Nyeri panggul atau testis pada kondisi tertentu.
Sebagian IMS justru tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jadi, tidak adanya demam maupun cairan yang tidak biasa bukan berarti seseorang pasti bebas dari infeksi.
Jika ada kemungkinan paparan IMS, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara medis. Hindari hubungan seksual sampai mendapat arahan tenaga medis mengenai pemeriksaan dan pencegahan penularan.
Kurangnya asupan cairan dapat membuat urine lebih pekat. Pada kondisi tertentu, urine yang pekat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama jika area saluran kemih sedang mengalami iritasi.
Namun, kurang minum bukan satu-satunya penjelasan untuk nyeri saat buang air kecil. Keluhan ini juga dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, batu, atau kondisi lain.
Jika tidak memiliki pembatasan cairan dari dokter, minumlah secara teratur sesuai kebutuhan tubuh. Perhatikan apakah warna urine menjadi lebih muda, tetapi jangan menganggap rasa nyeri pasti akan hilang hanya dengan menambah minum.
Jika nyeri terus berlanjut, pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Untuk menentukan penyebab nyeri saat buang air kecil, dokter akan menanyakan gejala, durasi keluhan, riwayat kesehatan, serta kemungkinan faktor pemicu.
Pemeriksaan yang mungkin disarankan meliputi:
Pemeriksaan urine: Membantu menilai kemungkinan infeksi, darah, atau kelainan lain pada urine.
Kultur urine: Dapat dilakukan jika diperlukan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi dan membantu menentukan antibiotik yang sesuai.
Tes infeksi menular seksual: Dipertimbangkan apabila terdapat risiko paparan atau gejala yang mengarah pada IMS.
Pemeriksaan lanjutan atau pencitraan: Misalnya USG, jika dokter mencurigai batu, sumbatan, atau masalah lain pada saluran kemih.
Tidak semua orang membutuhkan semua pemeriksaan tersebut. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan gejala dan hasil evaluasi awal.
Nyeri saat buang air kecil yang ringan sekalipun perlu diperhatikan jika menetap atau berulang. Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda berikut:
Nyeri hebat pada pinggang, punggung, atau perut.
Urine berdarah.
Sulit buang air kecil atau urine hampir tidak keluar.
Muntah terus-menerus atau kondisi tubuh terasa sangat lemah.
Demam tinggi atau menggigil.
Nyeri pada testis yang muncul mendadak, terutama jika sangat hebat.
Ibu hamil yang mengalami nyeri saat buang air kecil juga sebaiknya segera menghubungi tenaga medis, meskipun tidak demam, karena infeksi saluran kemih selama kehamilan memerlukan perhatian khusus.
Jangan menunggu demam muncul sebelum memeriksakan diri. Beberapa gangguan saluran kemih dapat berkembang tanpa demam pada tahap awal.
Jika kamu mengalami nyeri atau rasa perih saat buang air kecil, pemeriksaan dapat membantu membedakan apakah keluhan berkaitan dengan infeksi, iritasi, batu saluran kemih, atau penyebab lainnya.
Kamu dapat berkonsultasi di Klinik Kei Medika Jambi untuk mendiskusikan keluhan yang dialami dan mengetahui apakah pemeriksaan urine atau pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Sampaikan kapan nyeri mulai muncul, apakah terjadi setiap kali buang air kecil, serta apakah terdapat perubahan warna urine, nyeri perut, atau keluhan lain. Informasi tersebut dapat membantu tenaga medis melakukan evaluasi dengan lebih tepat.
Hindari menggunakan antibiotik sisa atau obat milik orang lain karena pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Nyeri saat buang air kecil tanpa demam dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih, iritasi, batu saluran kemih, infeksi menular seksual, atau kondisi lainnya. Tidak adanya demam bukan jaminan bahwa saluran kemih dalam keadaan sehat.
Jika rasa perih menetap, berulang, atau disertai perubahan urine maupun keluhan lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, penanganan dapat diberikan secara lebih tepat dan risiko komplikasi dapat dikurangi.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.