Multivitamin sering dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Namun, sebagian orang tetap merasa lelah meskipun sudah mengonsumsinya secara rutin.
Perlu dipahami bahwa multivitamin bukan penambah energi instan dan tidak selalu bisa mengatasi semua penyebab kelelahan. Jika tubuh masih mudah lelah, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi sebelum menambah dosis suplemen atau mencoba produk lain.
Salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah apakah tubuh memang mengalami kekurangan vitamin atau mineral tertentu.
Vitamin B12, folat, vitamin D, zat besi, dan sejumlah nutrisi lain memiliki fungsi penting bagi tubuh. Kekurangan zat gizi tertentu dapat berkontribusi terhadap rasa lelah, tetapi tidak semua orang yang lemas mengalami kekurangan vitamin.
Selain itu, kandungan multivitamin berbeda-beda. Ada produk yang mengandung berbagai vitamin dalam dosis pemeliharaan, tetapi tidak dirancang untuk mengatasi kekurangan nutrisi tertentu yang sudah terjadi.
Karena itu, periksa komposisi suplemen yang dikonsumsi. Jika keluhan terus berlanjut, dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kemungkinan kekurangan nutrisi.
Durasi tidur yang cukup belum tentu berarti kualitas tidur juga baik. Seseorang bisa tidur selama tujuh hingga sembilan jam, tetapi tetap merasa lelah jika tidurnya sering terputus atau mengalami gangguan tidur.
Beberapa hal yang perlu dievaluasi meliputi:
Jam tidur dan bangun yang tidak teratur.
Kebiasaan begadang atau menggunakan ponsel hingga larut malam.
Sering terbangun saat tidur.
Mendengkur keras atau mengalami jeda napas saat tidur.
Bangun tidur dengan perasaan tidak segar.
Jika kebiasaan tidur menjadi penyebabnya, multivitamin saja tidak akan menyelesaikan masalah. Memperbaiki jadwal tidur dan mengevaluasi kemungkinan gangguan tidur dapat menjadi langkah yang lebih relevan.
Tubuh membutuhkan energi dari makanan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Mengonsumsi multivitamin tidak dapat menggantikan kebutuhan kalori, protein, karbohidrat, lemak sehat, dan cairan.
Pola makan yang terlalu sedikit, sering melewatkan waktu makan, atau kurang bervariasi dapat membuat tubuh terasa lemas. Begitu pula dengan kurang minum, terutama saat banyak berkeringat atau beraktivitas di cuaca panas.
Cobalah mengevaluasi apakah makanan sehari-hari sudah cukup dan seimbang. Sertakan sumber protein, sayuran, buah, serta makanan pokok sesuai kebutuhan tubuh.
Jika sedang menjalani diet, pastikan pembatasan makanan tidak dilakukan secara berlebihan.
Anemia merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah karena kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh berkurang.
Gejala yang mungkin muncul antara lain:
Cepat lelah meskipun aktivitas tidak berat.
Tubuh terasa lemas.
Pusing atau sakit kepala.
Jantung berdebar.
Mudah terengah-engah saat beraktivitas.
Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, kekurangan vitamin tertentu, perdarahan, atau kondisi medis lainnya. Pada orang yang mengalami menstruasi banyak, kehilangan darah juga dapat menjadi salah satu faktor risiko.
Multivitamin biasa belum tentu mengandung zat besi dalam jumlah yang dibutuhkan untuk mengatasi anemia. Sebaiknya jangan langsung mengonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi tanpa evaluasi karena kelebihan zat besi juga dapat membahayakan tubuh.
Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan darah, seperti darah lengkap dan ferritin, sesuai gejala serta faktor risiko.
Jika tubuh tetap mudah lelah meskipun pola tidur dan makan sudah diperbaiki, penyebab lain perlu dipertimbangkan.
Beberapa kondisi yang dapat menimbulkan kelelahan meliputi:
Gangguan tiroid: perubahan fungsi hormon tiroid dapat memengaruhi energi dan metabolisme tubuh.
Diabetes: kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan rasa lelah, haus berlebihan, dan sering buang air kecil.
Infeksi atau peradangan: tubuh dapat membutuhkan lebih banyak energi ketika sedang melawan penyakit.
Gangguan ginjal atau kondisi kronis lainnya: dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan menimbulkan kelelahan.
Stres berkepanjangan atau gangguan suasana hati: dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, dan tingkat energi.
Daftar tersebut bukan berarti rasa lelah pasti disebabkan oleh salah satu kondisi di atas. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan penyebab berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan masing-masing orang.
Hal berikutnya yang perlu dievaluasi adalah cara penggunaan suplemen.
Perhatikan dosis yang tertera pada kemasan, aturan konsumsi, tanggal kedaluwarsa, dan kandungan produk. Jika mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus, periksa apakah terdapat vitamin atau mineral yang sama dalam beberapa produk.
Mengonsumsi multivitamin lebih banyak daripada dosis yang dianjurkan tidak otomatis membuat tubuh lebih bertenaga. Beberapa vitamin dan mineral justru dapat menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan.
Jangan pula langsung mengganti produk atau menambahkan suplemen lain hanya karena belum merasakan perubahan. Jika multivitamin digunakan atas rekomendasi dokter, diskusikan keluhan yang masih dirasakan sebelum mengubah penggunaannya.
Jika rasa lelah berlangsung selama beberapa minggu, sering berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan.
Dokter akan mengevaluasi durasi keluhan, kualitas tidur, pola makan, obat dan suplemen yang digunakan, serta gejala lain yang menyertai. Berdasarkan hasil evaluasi, dokter dapat menentukan pemeriksaan yang diperlukan, misalnya darah lengkap, kadar gula darah, fungsi tiroid, atau pemeriksaan nutrisi tertentu.
Di Klinik Kei Medika Jambi, kamu dapat berkonsultasi mengenai keluhan mudah lelah dan mendapatkan arahan pemeriksaan sesuai kebutuhan. Dengan mengetahui kemungkinan penyebabnya terlebih dahulu, penanganan dapat lebih terarah daripada sekadar menambah multivitamin.
Segera cari pertolongan medis jika kelelahan disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, kebingungan mendadak, atau kelemahan tubuh yang muncul secara tiba-tiba.
Minum multivitamin tetapi masih mudah lelah bukan berarti tubuh selalu membutuhkan vitamin tambahan. Kualitas tidur, pola makan, anemia, gangguan hormon, dan berbagai kondisi kesehatan lain juga dapat berperan.
Evaluasi kebiasaan sehari-hari dan perhatikan gejala yang menyertai. Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya. Tujuan utamanya bukan sekadar menambah suplemen, melainkan memastikan tubuh mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.