Kulit yang terasa gatal dan bersisik merupakan keluhan yang cukup umum. Kondisi ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, mulai dari tangan, kaki, selangkangan, badan, hingga kulit kepala.
Salah satu penyebabnya memang bisa berupa infeksi jamur. Namun, jamur bukan satu-satunya kemungkinan. Beberapa kondisi kulit lain juga dapat menyebabkan keluhan yang hampir sama sehingga tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa setiap kulit yang gatal dan bersisik pasti disebabkan oleh jamur.
Seperti Apa Kulit yang Mengalami Infeksi Jamur?
Infeksi jamur pada kulit, seperti ringworm atau tinea, sering menyebabkan ruam yang terasa gatal dan bersisik. Pada beberapa kasus, ruam dapat berbentuk melingkar dengan bagian tepi yang lebih jelas atau sedikit menonjol.
Namun, tampilannya bisa berbeda tergantung lokasi infeksi dan warna kulit. Pada kaki, misalnya, infeksi jamur dapat menyebabkan kulit di antara jari menjadi gatal, mengelupas, dan terasa lembap. Pada selangkangan, dapat muncul bercak merah atau lebih gelap yang terasa gatal dan bersisik.
Jadi, bentuk ruam memang dapat memberikan petunjuk, tetapi tetap tidak cukup untuk memastikan penyebabnya hanya dari tampilan kulit.
Apakah Semua Kulit Bersisik dan Gatal Berarti Jamur?
Tidak.
Kulit bersisik dan gatal juga dapat disebabkan oleh eksim, dermatitis kontak, psoriasis, kulit kering, atau kondisi kulit lainnya. Bahkan ketombe dan dermatitis seboroik dapat menyebabkan kulit bersisik dan gatal pada kulit kepala maupun area tertentu di wajah.
Inilah alasan mengapa penggunaan salep antijamur tanpa mengetahui penyebabnya belum tentu memberikan hasil yang sesuai.
Jika ternyata penyebabnya bukan jamur, obat antijamur tidak akan mengatasi masalah utamanya.
Apa yang Membuat Infeksi Jamur Lebih Mudah Terjadi?
Jamur dapat lebih mudah berkembang pada kondisi yang lembap dan hangat. Risiko juga dapat meningkat melalui kontak dengan orang atau hewan yang mengalami infeksi jamur, maupun penggunaan barang pribadi secara bersama-sama seperti handuk, pakaian, atau seprai yang terkontaminasi.
Karena itu, menjaga kulit tetap bersih dan kering serta tidak berbagi barang pribadi dapat membantu mengurangi risiko penyebaran.
Kalau Gatal dan Bersisik, Bolehkah Langsung Menggunakan Salep Antijamur?
Pada beberapa infeksi jamur kulit yang ringan, obat antijamur topikal memang dapat digunakan. Beberapa bahan aktif yang tersedia untuk infeksi jamur kulit antara lain clotrimazole, miconazole, terbinafine, dan ketoconazole, tergantung jenis infeksi dan produk yang digunakan.
Namun, penggunaan sebaiknya tetap mengikuti petunjuk produk. Jika keluhan tidak membaik, justru semakin luas, atau diagnosisnya tidak jelas, pemeriksaan lebih baik dilakukan daripada terus mengganti-ganti salep.
Hal yang penting, hindari menggunakan krim steroid pada ruam yang dicurigai sebagai infeksi jamur tanpa arahan tenaga kesehatan. Kortikosteroid dapat membuat infeksi jamur menjadi lebih buruk atau menyamarkan tampilannya sehingga diagnosis menjadi lebih sulit.
Bagaimana Jika Sudah Menggunakan Obat Antijamur tetapi Tidak Membaik?
Jika ruam tidak menunjukkan perbaikan setelah pengobatan sesuai aturan, jangan langsung menambah atau mengganti obat sendiri.
Ada kemungkinan penyebabnya bukan infeksi jamur, pengobatan yang digunakan tidak sesuai dengan jenis infeksinya, atau terdapat kondisi lain yang menyerupai jamur. CDC juga menyebutkan bahwa pemeriksaan diagnostik dapat membantu memastikan infeksi ringworm sebelum menentukan pengobatan yang tepat.
Terutama jika ruam semakin menyebar, terasa nyeri, meradang, mengeluarkan nanah, atau terus berulang, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa.
Bagaimana dengan Jamur di Kulit Kepala?
Infeksi jamur juga dapat terjadi pada kulit kepala dan dikenal sebagai tinea capitis. Kondisinya dapat menyebabkan area kulit kepala menjadi bersisik dan gatal, bahkan dapat disertai kerontokan rambut pada area tertentu.
Berbeda dengan sebagian infeksi jamur pada kulit tubuh, jamur pada kulit kepala biasanya tidak cukup ditangani hanya dengan krim atau salep. Pengobatan dapat membutuhkan obat antijamur yang diminum dan perlu ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Kapan Kulit Bersisik dan Gatal Sebaiknya Diperiksakan?
Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika ruam semakin luas, terus berulang, terasa sangat gatal atau nyeri, mengeluarkan cairan atau nanah, atau tidak membaik setelah menggunakan obat yang sesuai.
Pemeriksaan juga penting jika ruam muncul di kulit kepala, wajah, selangkangan, atau area genital, terutama jika keluhannya cukup berat. Infeksi pada lokasi tersebut dapat membutuhkan penanganan yang berbeda.
Layanan Pemeriksaan di Klinik Kei Medika
Jika mengalami kulit bersisik, gatal, kemerahan, atau muncul bercak yang tidak kunjung membaik, keluhan dapat dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk membantu mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Di Klinik Kei Medika, kondisi kulit dapat diperiksa terlebih dahulu sehingga pilihan penanganan, termasuk penggunaan obat antijamur jika memang diperlukan, dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Penutup
Kulit bersisik dan gatal memang bisa disebabkan oleh infeksi jamur, terutama jika muncul ruam yang khas seperti bercak melingkar, bersisik, dan semakin melebar. Namun, keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh eksim, dermatitis, psoriasis, kulit kering, maupun kondisi lainnya.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua ruam sebagai jamur atau menggunakan obat antijamur maupun krim steroid secara sembarangan. Jika keluhan menetap, semakin luas, sering kambuh, atau tidak membaik setelah pengobatan, pemeriksaan dapat membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.
