Saat sedang berlari, bermain futsal, bermain badminton, atau melakukan latihan di pusat kebugaran, gerakan yang salah bisa menyebabkan sendi terkilir atau keseleo. Pergelangan kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang cukup sering mengalami cedera ini.
Ketika keseleo terjadi, sebagian orang langsung mencari tukang pijat atau meminta orang lain memijat area yang sakit. Tujuannya biasanya untuk mengurangi nyeri dan membuat sendi terasa kembali nyaman.
Namun, area yang baru mengalami keseleo sebaiknya tidak langsung dipijat dengan kuat. Cedera tersebut bisa melibatkan peregangan atau robekan ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang dan membantu menjaga kestabilan sendi. Pada kasus tertentu, gejalanya juga dapat menyerupai patah tulang.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan saat keseleo ketika berolahraga?
Ketika sendi terkilir, jaringan di sekitarnya dapat mengalami kerusakan sehingga muncul nyeri, pembengkakan, dan terkadang memar.
Pijatan yang terlalu kuat pada fase awal cedera berpotensi meningkatkan rasa sakit dan mengganggu jaringan yang sedang mengalami peradangan. Selain itu, jika ternyata terdapat patah tulang atau cedera yang lebih serius, manipulasi pada area tersebut dapat memperburuk kondisi.
Bukan berarti semua bentuk terapi manual selalu dilarang pada cedera keseleo. Namun, waktu dan tekniknya perlu disesuaikan dengan tingkat cedera serta hasil pemeriksaan.
Karena itu, hindari memaksa sendi kembali ke posisi tertentu, menariknya dengan keras, atau memijat area yang sangat nyeri sebelum diketahui jenis cederanya.
Pertolongan pertama bertujuan melindungi jaringan yang cedera, mengurangi nyeri, dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Hentikan aktivitas olahraga dan hindari gerakan yang menambah nyeri. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan permainan hanya karena masih bisa berdiri.
Gunakan kompres dingin yang dibungkus kain selama sekitar 15–20 menit untuk membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Jangan menempelkan es langsung pada kulit.
Kompres dapat diulang sesuai kebutuhan dengan memberi jeda di antara sesi. Hentikan jika kulit terasa sangat kebas atau mengalami perubahan warna yang tidak biasa.
Balutan elastis dapat membantu menopang area cedera dan mengendalikan pembengkakan. Namun, jangan membalut terlalu ketat.
Jika jari-jari menjadi pucat, kebiruan, dingin, kesemutan, atau mati rasa, segera longgarkan balutan dan cari pertolongan medis bila gejala tidak segera membaik.
Jika memungkinkan, posisikan pergelangan kaki atau bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung saat beristirahat untuk membantu mengurangi pembengkakan.
Langkah-langkah ini merupakan pertolongan awal, bukan pengganti pemeriksaan jika terdapat tanda cedera serius.
Gejala keseleo dapat bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga pembengkakan yang cukup besar. Namun, gejala saja tidak selalu dapat membedakan keseleo dengan patah tulang.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
Nyeri dan pembengkakan ringan: dapat terjadi pada keseleo, terutama jika ligamen hanya mengalami peregangan ringan.
Memar dan nyeri yang cukup berat: dapat menandakan kerusakan jaringan yang lebih besar.
Sulit atau tidak mampu menumpu berat badan: perlu dinilai untuk memastikan tidak ada cedera yang lebih serius.
Perubahan bentuk sendi: dapat mengindikasikan patah tulang atau dislokasi.
Mati rasa atau perubahan warna pada kaki maupun tangan: dapat menunjukkan gangguan saraf atau sirkulasi yang membutuhkan penanganan segera.
Jika terdengar bunyi saat cedera, muncul pembengkakan yang cepat, atau nyeri sangat kuat, jangan langsung menyimpulkan bahwa cedera tersebut hanya keseleo.
Pemeriksaan medis dianjurkan jika nyeri cukup berat, pembengkakan bertambah, sendi sulit digerakkan, atau kamu tidak mampu berjalan dan menumpu berat badan seperti biasa.
Segera cari pertolongan medis jika terdapat perubahan bentuk sendi, luka terbuka yang serius, kaki atau tangan menjadi dingin dan kebiruan, atau muncul mati rasa yang menetap.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan pencitraan, seperti rontgen, untuk menilai kemungkinan patah tulang. Pemeriksaan tambahan lain mungkin dibutuhkan jika dicurigai adanya cedera ligamen atau jaringan lunak yang lebih berat.
Jangan menunggu beberapa hari hanya untuk melihat apakah cedera membaik apabila sejak awal terdapat tanda bahaya.
Terapi manual tertentu dapat dipertimbangkan pada tahap pemulihan, tetapi tidak semua keseleo membutuhkan pijat.
Sebelum melakukan pijatan, penting untuk memastikan bahwa cedera serius telah disingkirkan dan kondisi jaringan memungkinkan terapi tersebut. Pijatan lembut di sekitar area yang tidak terlalu nyeri mungkin dapat membantu kenyamanan pada kondisi tertentu, tetapi pijatan langsung yang kuat pada jaringan yang masih meradang tidak dianjurkan.
Pada fase pemulihan, penanganan biasanya lebih berfokus pada pengembalian gerakan, kekuatan otot, keseimbangan, dan kestabilan sendi secara bertahap.
Jika nyeri dan pembengkakan menetap, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau fisioterapis untuk menentukan jenis latihan dan terapi yang sesuai.
Lama pemulihan bergantung pada bagian tubuh yang cedera dan tingkat kerusakan ligamen.
Keseleo ringan mungkin membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Cedera yang lebih berat dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, terutama jika ligamen mengalami robekan yang signifikan atau terdapat cedera lain.
Jangan hanya menggunakan berkurangnya rasa nyeri sebagai tanda bahwa sendi sudah pulih sepenuhnya. Sendi yang masih lemah atau kurang stabil dapat lebih mudah mengalami cedera berulang.
Kembali berolahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap ketika nyeri dan pembengkakan telah terkendali, gerakan sendi membaik, serta kemampuan menumpu dan melakukan aktivitas sesuai kebutuhan sudah pulih.
Risiko keseleo dapat dikurangi melalui kebiasaan olahraga yang lebih aman, meskipun tidak semua cedera bisa dicegah.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Lakukan pemanasan sebelum berolahraga.
Tingkatkan intensitas dan durasi latihan secara bertahap.
Gunakan sepatu yang sesuai dengan jenis olahraga dan kondisi permukaan lapangan.
Latih kekuatan otot serta keseimbangan tubuh.
Hindari memaksakan latihan saat tubuh sangat lelah.
Jika pernah mengalami keseleo, lakukan latihan pemulihan yang dianjurkan sebelum kembali ke aktivitas intensif.
Latihan keseimbangan dan penguatan otot, khususnya setelah keseleo pergelangan kaki, dapat membantu mengurangi risiko cedera berulang.
Jika mengalami keseleo saat berolahraga dan nyeri tidak kunjung membaik, pemeriksaan dapat membantu menentukan tingkat cedera serta penanganan yang sesuai.
Di Klinik Kei Medika Jambi, kamu dapat berkonsultasi mengenai cedera olahraga, nyeri sendi, dan kebutuhan pemulihan. Tenaga medis dapat membantu menilai kondisi serta menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan atau rujukan untuk penanganan yang lebih spesifik.
Jika cedera disertai perubahan bentuk sendi, mati rasa, perubahan warna kulit, atau ketidakmampuan menumpu berat badan setelah cedera berat, segera cari pertolongan di fasilitas medis yang dapat menangani kondisi darurat.
Keseleo saat berolahraga tidak sebaiknya langsung dipijat dengan kuat. Cedera tersebut dapat melibatkan ligamen, dan pada beberapa kasus gejalanya menyerupai patah tulang atau cedera lain yang membutuhkan pemeriksaan.
Sebagai pertolongan awal, hentikan aktivitas, lindungi bagian yang cedera, gunakan kompres dingin yang dibungkus kain, dan hindari gerakan yang memperparah nyeri. Pijat atau terapi manual baru dapat dipertimbangkan setelah kondisi cedera dinilai dan tekniknya disesuaikan dengan tahap pemulihan.
Jangan terburu-buru memijat atau memaksakan sendi yang baru terkilir. Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu mendukung pemulihan dan mengurangi risiko cedera berulang.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.