Pernah merasa baju basah oleh keringat padahal sedang duduk santai di ruangan ber-AC? Atau telapak tangan terus berkeringat meskipun tidak sedang berolahraga maupun berada di tempat panas?
Berkeringat merupakan respons alami tubuh untuk mengatur suhu dan membantu menjaga tubuh agar tidak terlalu panas. Namun, ketika keringat muncul secara berlebihan tanpa pemicu yang jelas, kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keringat berlebihan tidak selalu menandakan penyakit. Pada sebagian orang, kondisi ini berkaitan dengan aktivitas kelenjar keringat yang lebih tinggi. Akan tetapi, keringat yang baru muncul, terjadi saat istirahat, atau disertai keluhan lain juga perlu diperhatikan.
Dalam dunia medis, keringat berlebihan disebut hiperhidrosis. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh.
Keringat dapat muncul pada bagian tertentu, seperti telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah. Pada sebagian orang, keringat juga dapat keluar dari hampir seluruh tubuh.
Hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi dua bentuk utama:
Hiperhidrosis primer: keringat berlebihan terjadi tanpa penyebab medis yang jelas dan sering terkonsentrasi pada bagian tubuh tertentu. Keluhan ini dapat mulai muncul sejak usia muda.
Hiperhidrosis sekunder: keringat berlebihan berkaitan dengan kondisi medis, penggunaan obat, atau faktor lain. Keringat dapat muncul di banyak bagian tubuh dan terkadang terjadi saat tidur.
Membedakan kedua bentuk ini penting karena cara penanganannya dapat berbeda.
Sebagian orang memiliki kelenjar keringat yang lebih aktif, terutama pada telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan wajah.
Akibatnya, keringat dapat keluar meskipun suhu lingkungan normal dan tubuh tidak sedang melakukan aktivitas berat. Misalnya, telapak tangan basah ketika menulis, menggunakan ponsel, atau berjabat tangan.
Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri, tetapi bukan berarti seseorang kurang menjaga kebersihan diri.
Jika keringat berlebihan berlangsung lama, terutama pada area tertentu dan tanpa gejala lain, konsultasi medis dapat membantu menentukan apakah keluhan sesuai dengan hiperhidrosis primer atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Keringat tidak hanya dipengaruhi oleh suhu tubuh. Sistem saraf juga dapat meningkatkan produksi keringat ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan.
Ketika tubuh menghadapi situasi yang menegangkan, respons saraf dapat memicu keringat pada telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau wajah.
Kondisi ini dapat terjadi sebelum presentasi, saat berbicara di depan banyak orang, atau ketika menghadapi situasi yang membuat pikiran tegang. Bahkan, sebagian orang tidak selalu menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres.
Mengelola stres, melakukan latihan pernapasan, dan menjaga kualitas tidur dapat membantu mengurangi keluhan pada sebagian orang. Namun, jika keringat muncul terus-menerus tanpa pemicu emosional yang jelas, penyebab lain juga perlu dipertimbangkan.
Perubahan hormon dapat memengaruhi sistem pengaturan suhu tubuh dan produksi keringat.
Contohnya, hipertiroidisme atau kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan dapat menyebabkan tubuh mudah berkeringat, lebih sensitif terhadap panas, jantung berdebar, tangan gemetar, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Perubahan hormon pada masa menopause juga dapat memicu sensasi panas mendadak atau hot flashes, yang sering disertai keringat.
Namun, keringat berlebihan saja tidak cukup untuk memastikan adanya gangguan hormon. Jika keluhan disertai gejala lain atau berlangsung terus-menerus, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah evaluasi fungsi tiroid atau faktor hormonal lain diperlukan.
Beberapa obat dapat meningkatkan produksi keringat sebagai efek samping. Contohnya, obat tertentu untuk mengatasi depresi, beberapa obat pereda nyeri, serta obat yang memengaruhi sistem hormon atau saraf.
Keringat berlebihan yang baru muncul setelah mulai menggunakan obat atau mengubah dosis perlu diperhatikan.
Jika mengalami kondisi tersebut, catat obat yang digunakan dan sampaikan keluhan kepada dokter atau apoteker. Jangan menghentikan obat resep atau mengubah dosis sendiri tanpa arahan tenaga medis.
Keringat berlebihan juga dapat muncul ketika kadar gula darah turun terlalu rendah. Kondisi ini disebut hipoglikemia dan lebih perlu diwaspadai pada orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu.
Gejala lain yang dapat menyertai antara lain:
Tubuh gemetar.
Rasa lapar mendadak.
Jantung berdebar.
Pusing atau lemas.
Sulit berkonsentrasi.
Jika memungkinkan, periksa gula darah ketika gejala muncul dan ikuti rencana penanganan hipoglikemia yang telah diberikan tenaga medis.
Jika keringat dingin disertai kebingungan berat, kejang, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat. Jangan memberikan makanan atau minuman melalui mulut kepada orang yang tidak sadar.
Berkeringat ketika tidur dapat terjadi karena suhu kamar terlalu panas, penggunaan selimut tebal, atau pakaian tidur yang kurang menyerap keringat.
Namun, jika keringat malam berulang hingga membasahi pakaian atau seprai meskipun kamar sejuk, kondisi tersebut sebaiknya diperhatikan.
Keringat malam dapat berkaitan dengan perubahan hormon, efek samping obat, gangguan tiroid, infeksi tertentu, atau kondisi medis lainnya.
Terutama jika disertai demam berulang, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, batuk berkepanjangan, atau tubuh semakin lemah, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.
Keringat malam tidak otomatis menandakan penyakit serius. Penilaian perlu mempertimbangkan durasi keluhan, riwayat kesehatan, dan gejala lain yang muncul.
Cara mengatasi keringat berlebihan bergantung pada penyebab dan bagian tubuh yang terdampak. Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kenyamanan.
Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Pilih bahan yang nyaman dan memungkinkan sirkulasi udara.
Jaga kebersihan tubuh. Mandi secara teratur dan keringkan area tubuh yang mudah lembap.
Gunakan antiperspiran. Produk ini membantu mengurangi produksi keringat, berbeda dengan deodoran yang terutama berfungsi mengurangi bau badan. Ikuti petunjuk pemakaian dan hentikan jika timbul iritasi.
Perhatikan pemicunya. Catat apakah keringat muncul setelah minum kopi, makan makanan pedas, mengalami stres, atau mengonsumsi obat tertentu.
Penuhi kebutuhan cairan. Keringat berlebihan dapat meningkatkan kehilangan cairan, terutama saat cuaca panas atau beraktivitas.
Jaga kenyamanan lingkungan. Gunakan pakaian tidur yang ringan dan atur suhu ruangan agar nyaman.
Jika langkah tersebut tidak membantu atau keringat sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, tenaga medis dapat mempertimbangkan pilihan penanganan lain sesuai penyebabnya.
Keringat yang meningkat sesekali dapat merupakan respons normal tubuh. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dipertimbangkan jika:
Keringat berlebihan muncul tanpa penyebab yang jelas.
Keluhan baru muncul atau berubah secara mendadak.
Keringat terjadi berulang kali pada malam hari hingga membasahi pakaian atau seprai.
Keringat mengganggu pekerjaan, belajar, tidur, atau aktivitas sosial.
Keluhan disertai jantung berdebar, tangan gemetar, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Segera cari pertolongan medis darurat jika keringat dingin disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, atau kelemahan mendadak. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius dan tidak boleh dianggap sekadar keringat berlebihan.
Jika kamu sering berkeringat berlebihan padahal tidak sedang kepanasan, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Di Klinik Kei Medika Jambi, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan yang dialami untuk memperoleh penilaian medis sesuai kebutuhan. Tenaga medis dapat menanyakan sejak kapan keringat berlebihan muncul, bagian tubuh yang terdampak, apakah terjadi pada malam hari, obat yang sedang dikonsumsi, dan gejala lain yang menyertai.
Berdasarkan hasil penilaian, pemeriksaan tambahan seperti pengukuran gula darah atau pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dipertimbangkan apabila diperlukan dan tersedia.
Dengan mengetahui penyebabnya, langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, baik untuk mengendalikan produksi keringat maupun menangani masalah kesehatan yang mendasarinya.
Keringat berlebihan padahal tidak kepanasan dapat disebabkan oleh aktivitas kelenjar keringat yang tinggi, stres, perubahan hormon, efek samping obat, atau kondisi medis tertentu.
Jika keringat hanya muncul sesekali dan memiliki pemicu yang jelas, memperbaiki kebiasaan sehari-hari dapat membantu. Namun, jika keluhan sering berulang, muncul saat tidur, atau disertai gejala lain, jangan mengabaikannya.
Memperhatikan pola keringat dan melakukan pemeriksaan ketika diperlukan dapat membantu menemukan penyebabnya. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat dan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dapat tetap terjaga.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.