Kenapa Inhaler Harus Digunakan dengan Teknik yang Tepat?
Inhaler dirancang agar obat dapat masuk ke saluran pernapasan melalui proses menghirup. Berbeda dengan obat minum yang melewati sistem pencernaan, efektivitas obat inhalasi sangat bergantung pada bagaimana obat tersebut dihirup.
Jika teknik penggunaannya salah, obat bisa tertinggal di mulut atau tenggorokan dan hanya sedikit yang mencapai paru-paru. Akibatnya, obat mungkin tidak memberikan manfaat yang diharapkan secara optimal.
Kesalahan Kecil Bisa Membuat Obat Kurang Optimal
Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi saat menggunakan inhaler. Misalnya, tidak mengembuskan napas terlebih dahulu, posisi mulut kurang rapat pada mouthpiece, menghirup terlalu cepat atau terlalu lambat, atau tidak menahan napas setelah menghirup obat.
Namun, teknik yang benar tidak selalu sama untuk setiap jenis inhaler. Inhaler dosis terukur bertekanan atau pMDI umumnya membutuhkan tarikan napas yang perlahan dan stabil, sedangkan dry powder inhaler membutuhkan tarikan napas yang lebih cepat dan dalam. Karena itu, pengguna perlu mengikuti petunjuk khusus dari jenis inhaler yang digunakan.
Apa yang Terjadi Jika Teknik Inhaler Salah?
Penggunaan inhaler yang kurang tepat dapat menyebabkan jumlah obat yang mencapai paru-paru menjadi tidak optimal. Pada pasien dengan asma atau kondisi pernapasan lainnya, hal ini dapat membuat gejala lebih sulit dikendalikan.
Bahkan, ketika seseorang merasa obatnya tidak bekerja, masalahnya belum tentu karena obat tersebut tidak cocok. Teknik penggunaan yang kurang tepat juga perlu dipertimbangkan. Karena itu, tenaga kesehatan biasanya perlu memeriksa kembali cara pasien menggunakan inhalernya sebelum terapi dianggap tidak efektif atau obat diganti.
Apakah Semua Inhaler Cara Pakainya Sama?
Tidak. Setiap perangkat inhaler dapat memiliki cara penggunaan yang berbeda. Secara umum terdapat beberapa jenis perangkat, seperti pMDI, dry powder inhaler, dan soft mist inhaler.
Pada pMDI, pengguna perlu mengoordinasikan pelepasan obat dengan tarikan napas yang perlahan dan stabil. Sementara pada dry powder inhaler, obat biasanya dihirup dengan tarikan yang lebih cepat dan dalam.
Karena perbedaan tersebut, jangan menggunakan teknik dari satu jenis inhaler untuk perangkat lain tanpa memastikan petunjuknya terlebih dahulu.
Bagaimana dengan Penggunaan Spacer?
Pada beberapa inhaler dosis terukur, dokter atau tenaga kesehatan dapat menyarankan penggunaan spacer. Alat ini berupa ruang tambahan yang dipasang pada inhaler dan dapat membantu membuat proses menghirup obat menjadi lebih mudah.
Spacer dapat membantu meningkatkan jumlah obat yang mencapai paru-paru dan mengurangi obat yang tertinggal di mulut. Alat ini juga dapat membantu pasien yang kesulitan mengoordinasikan saat menekan inhaler dengan tarikan napas.
Sebaiknya Teknik Inhaler Dicek Secara Berkala
Merasa sudah terbiasa menggunakan inhaler bukan berarti tekniknya selalu benar. Kesalahan penggunaan dapat muncul kembali meskipun sebelumnya pasien sudah pernah mendapatkan edukasi.
Karena itu, teknik inhaler sebaiknya diperiksa kembali secara berkala, terutama jika pasien merasa obat tidak memberikan efek seperti biasanya, gejala semakin sering muncul, atau baru mendapatkan jenis inhaler yang berbeda. Tenaga kesehatan dapat meminta pasien memperagakan cara penggunaannya dan kemudian memperbaiki bagian yang masih kurang tepat.
Jangan Mengubah Cara Penggunaan atau Dosis Sendiri
Inhaler dapat berisi berbagai jenis obat dengan tujuan yang berbeda, misalnya obat pelega untuk membantu meredakan penyempitan saluran napas atau obat pengontrol untuk membantu mengendalikan peradangan.
Karena itu, jangan menambah dosis, mengurangi frekuensi penggunaan, atau mengganti jenis inhaler sendiri hanya karena merasa gejala membaik atau obat terasa kurang efektif. Jika keluhan masih sering muncul, sebaiknya konsultasikan kembali dengan dokter agar penggunaan obat dan teknik inhaler dapat dievaluasi.
Layanan Pemeriksaan di Klinik Kei Medika
Keluhan seperti batuk berulang, mengi, sesak napas, atau dada terasa berat dapat berkaitan dengan berbagai kondisi. Penggunaan inhaler juga perlu disesuaikan dengan diagnosis dan kondisi masing-masing pasien.
Di Klinik Kei Medika, pasien dapat berkonsultasi mengenai keluhan pernapasan serta penggunaan obat yang diresepkan. Jika menggunakan inhaler, pasien juga dapat memperoleh arahan mengenai cara penggunaan yang sesuai agar obat dapat digunakan secara optimal.
Penutup
Teknik penggunaan inhaler merupakan bagian penting dari pengobatan, bukan sekadar cara memasukkan obat ke dalam mulut. Teknik yang kurang tepat dapat membuat obat yang mencapai paru-paru menjadi lebih sedikit sehingga manfaat pengobatan tidak optimal.
Jika Anda menggunakan inhaler tetapi masih sering mengalami batuk, mengi, atau sesak, jangan langsung menganggap obatnya tidak cocok. Pastikan terlebih dahulu teknik penggunaannya sudah benar dan lakukan evaluasi dengan tenaga kesehatan bila keluhan tetap berulang.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.