Bayi yang sering terbangun di tengah malam merupakan hal yang cukup umum, terutama pada bayi yang masih kecil. Pola tidur bayi memang belum sama seperti orang dewasa sehingga mereka dapat tidur dalam waktu singkat dan beberapa kali terbangun untuk menyusu atau karena merasa tidak nyaman.
Meski begitu, orang tua tetap perlu memperhatikan pola tidur bayi, terutama jika bayi terbangun sangat sering atau disertai keluhan lain.
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bayi terbangun saat malam hari.
Bayi memiliki ukuran lambung yang masih kecil sehingga membutuhkan asupan lebih sering. Rasa lapar dapat membuat bayi terbangun dan menangis untuk mendapatkan ASI atau susu.
Popok yang basah atau penuh dapat membuat bayi merasa tidak nyaman. Mengganti popok sebelum tidur dan ketika diperlukan dapat membantu bayi tidur lebih nyaman.
Kamar yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu terang, atau terlalu bising dapat mengganggu tidur bayi. Pastikan lingkungan tidur nyaman dan tenang.
Saat mulai tumbuh gigi, sebagian bayi dapat mengalami rasa tidak nyaman pada gusi. Kondisi ini dapat membuat bayi lebih rewel dan sering terbangun pada malam hari.
Gas di dalam saluran pencernaan dapat membuat perut bayi terasa tidak nyaman. Bayi mungkin menjadi lebih rewel, menggeliat, atau sulit kembali tidur.
Ketika bayi mulai belajar berguling, duduk, merangkak, atau mengalami perkembangan baru lainnya, pola tidurnya terkadang dapat berubah. Bayi mungkin menjadi lebih mudah terbangun untuk sementara waktu.
Hidung tersumbat, batuk, demam, diare, muntah, atau keluhan kesehatan lainnya juga dapat mengganggu tidur bayi. Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi bayi secara keseluruhan, bukan hanya pola tidurnya.
Orang tua dapat membangun rutinitas sebelum tidur yang sederhana dan konsisten. Misalnya, mengganti popok, memberikan ASI atau susu sesuai kebutuhan, meredupkan suasana kamar, kemudian menidurkan bayi.
Pastikan juga bayi tidur dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Hindari memberikan terlalu banyak stimulasi menjelang waktu tidur agar bayi lebih mudah tenang.
Sering terbangun pada malam hari tidak selalu menunjukkan adanya masalah. Namun, orang tua perlu lebih waspada jika perubahan tidur disertai tanda seperti:
Jika terdapat tanda tersebut, bayi sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Jika bayi terus-menerus mengalami gangguan tidur, sering terbangun tanpa penyebab yang jelas, atau perubahan pola tidur disertai keluhan lain, pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi yang mendasarinya.
Orang tua juga tidak perlu menunggu sampai keluhan menjadi berat untuk berkonsultasi, terutama jika merasa ada perubahan yang cukup berbeda dari kebiasaan bayi.
Setiap bayi memiliki pola tidur yang berbeda. Namun, jika bayi sering terbangun di malam hari dan disertai keluhan lain, penting untuk mengetahui penyebabnya agar dapat ditangani dengan tepat.
Lakukan pemeriksaan kesehatan bayi dan anak di Kei Medika untuk memantau kondisi serta tumbuh kembang Si Kecil bersama tenaga medis.