Bayi menggunakan tangan untuk mengenali bagian tubuhnya, termasuk telinga. Karena belum mampu menjelaskan apa yang dirasakan, menarik atau menggosok telinga dapat menjadi salah satu cara bayi merespons sensasi yang dialaminya.
Meski sering kali merupakan kebiasaan yang normal, orang tua tetap perlu memperhatikan kapan perilaku tersebut muncul dan apakah ada gejala lain yang menyertainya.
Ketika kemampuan motorik bayi berkembang, ia mulai tertarik menyentuh berbagai bagian tubuh, termasuk telinga. Jika bayi tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda ketidaknyamanan, kebiasaan ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Sebagian bayi memiliki kebiasaan memegang telinga, menggosok mata, atau menyentuh wajah ketika mulai mengantuk. Jika bayi menarik telinga menjelang waktu tidur dan kembali tenang setelah beristirahat, perilaku tersebut mungkin berkaitan dengan rasa kantuk.
Proses tumbuh gigi dapat membuat gusi bayi terasa tidak nyaman. Pada sebagian bayi, ketidaknyamanan ini dapat disertai kebiasaan menyentuh telinga atau pipi.
Namun, menarik telinga saja tidak cukup untuk memastikan bahwa bayi sedang tumbuh gigi. Perhatikan tanda lain, seperti gusi terasa sensitif, lebih sering menggigit benda, dan produksi air liur meningkat.
Kulit di sekitar telinga dapat terasa gatal atau tidak nyaman akibat iritasi, kulit kering, atau eksim. Bayi mungkin menggosok atau menarik telinganya untuk meredakan sensasi tersebut.
Periksa apakah terdapat kemerahan, ruam, kulit bersisik, atau luka akibat garukan. Hindari mengoleskan obat atau memasukkan cairan ke dalam telinga tanpa arahan tenaga medis.
Infeksi telinga dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman sehingga bayi lebih sering memegang telinganya. Kondisi ini perlu dicurigai jika kebiasaan tersebut muncul bersama demam, tangisan yang tidak biasa, sulit tidur, atau bayi tampak kesakitan saat berbaring.
Meski demikian, menarik telinga bukan tanda pasti infeksi telinga. Diagnosis memerlukan pemeriksaan telinga oleh tenaga medis.
Orang tua sebaiknya memperhatikan perubahan perilaku bayi, terutama jika menarik telinga terjadi lebih sering daripada biasanya atau disertai gejala lain.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
Bayi mengalami demam.
Bayi menangis terus-menerus atau tampak kesakitan.
Bayi menjadi sulit tidur dan lebih rewel dari biasanya.
Bayi menyusu lebih sedikit atau menolak menyusu.
Keluar cairan, nanah, atau darah dari telinga.
Area di sekitar telinga tampak merah atau membengkak.
Bayi tampak kurang merespons suara seperti biasanya.
Jika terdapat cairan keluar dari telinga, pembengkakan di belakang telinga, atau bayi tampak sangat kesakitan, segera bawa bayi untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Bayi berusia kurang dari tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38°C atau lebih juga perlu segera diperiksa.
Jika bayi hanya sesekali menarik telinga dan tidak menunjukkan tanda gangguan kesehatan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
Amati pola perilakunya. Perhatikan apakah bayi menarik telinga ketika mengantuk, sedang bermain, setelah menyusu, atau saat tampak tidak nyaman.
Periksa bagian luar telinga. Amati apakah ada kemerahan, ruam, luka, atau cairan yang keluar. Jangan memasukkan jari, kapas, atau benda lain ke dalam saluran telinga bayi.
Jaga kenyamanan bayi. Pastikan bayi mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan kebutuhan menyusunya terpenuhi. Jika bayi tampak kesakitan, jangan memberikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
Jangan mengorek telinga bayi. Penggunaan cotton bud atau alat pembersih yang dimasukkan ke saluran telinga dapat melukai kulit dan mendorong kotoran lebih dalam.
Jika kebiasaan menarik telinga terus berulang, semakin intens, atau disertai gejala lain, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengamatan di rumah.
Bayi perlu diperiksakan apabila sering menarik telinga disertai demam, rewel berkepanjangan, gangguan tidur, penurunan nafsu menyusu, atau dugaan gangguan pendengaran. Pemeriksaan juga dianjurkan jika orang tua merasa perilaku bayi berbeda dari biasanya.
Dokter akan menilai kondisi bayi dan memeriksa telinga untuk mengetahui apakah terdapat infeksi, iritasi, atau penyebab lain. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, sehingga bayi tidak perlu mendapatkan obat jika memang tidak diperlukan.
Segera cari pertolongan medis apabila bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, mengalami kejang, atau menunjukkan pembengkakan dan kemerahan yang nyata di belakang telinga.
Bayi yang sering menarik telinga sendiri belum tentu mengalami gangguan kesehatan. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan proses mengenali tubuh, rasa kantuk, tumbuh gigi, atau iritasi ringan. Namun, jika disertai demam, rewel berlebihan, cairan dari telinga, atau perubahan respons terhadap suara, kondisi bayi perlu diperiksa.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga medis di Klinik Kei Medika untuk membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi bayi.
Informasi & Reservasi
Klinik Kei Medika – Jambi
WA: 0811-7450-412
Instagram: @keimedika
Website: www.keimedika.com