Download di Play Store
  • kei.medika@gmail.com
  • +628117450412
Bayi Sering Memuntahkan ASI setelah Menyusu? Kenali Perbedaan Gumoh dan Muntah

Mengapa Bayi Memuntahkan ASI setelah Menyusu?

Bayi dapat mengeluarkan kembali ASI setelah menyusu karena sistem pencernaannya masih berkembang. Pada bayi, otot yang membantu menahan isi lambung agar tidak naik kembali ke kerongkongan belum matang sepenuhnya. Akibatnya, sebagian susu dapat keluar melalui mulut, terutama setelah bayi minum.

Meski sering terjadi, orang tua perlu memperhatikan bagaimana ASI keluar, seberapa sering kejadian tersebut berlangsung, serta kondisi bayi setelahnya. Bayi yang tetap aktif, menyusu dengan baik, dan mengalami kenaikan berat badan sesuai harapan biasanya memiliki kondisi yang berbeda dari bayi yang muntah berulang kali atau tampak sakit.

Apa Perbedaan Gumoh dan Muntah pada Bayi?

Gumoh dan muntah sama-sama dapat menyebabkan ASI keluar melalui mulut, tetapi keduanya memiliki ciri yang berbeda.

Gumoh pada Bayi

Gumoh adalah keluarnya sedikit ASI atau susu dari mulut bayi secara spontan, biasanya ketika atau setelah menyusu. Cairan umumnya mengalir tanpa dorongan kuat dan bayi tidak terlihat mengejan atau mengalami kontraksi perut yang kuat.

Gumoh sering terjadi pada bayi berusia beberapa bulan dan biasanya berkurang seiring bertambahnya usia. Jika bayi tetap nyaman, mau menyusu, aktif, serta tumbuh dengan baik, gumoh umumnya tidak berbahaya.

Muntah pada Bayi

Muntah biasanya melibatkan pengeluaran isi lambung dengan dorongan yang lebih kuat. Bayi dapat terlihat mengejan, mengalami kontraksi perut, atau mengeluarkan susu dalam jumlah lebih banyak.

Muntah dapat terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari infeksi hingga gangguan saluran pencernaan. Muntah yang berulang, menyemprot kuat, atau disertai gejala lain perlu mendapatkan perhatian medis.

Orang tua sebaiknya tidak hanya menilai dari banyaknya cairan yang keluar. Perhatikan pula kekuatan pengeluaran, frekuensi kejadian, kondisi bayi, dan gejala penyerta.

Penyebab Bayi Sering Gumoh setelah Menyusu

Lambung Bayi Masih Berukuran Kecil

Lambung bayi masih kecil sehingga bayi perlu menyusu secara berkala. Jika bayi minum terlalu banyak dalam satu waktu, susu lebih mudah keluar kembali, terutama ketika bayi langsung dibaringkan atau banyak bergerak setelah menyusu.

Bayi Menelan Udara saat Menyusu

Udara dapat ikut tertelan ketika bayi menyusu, terutama jika pelekatan mulut pada payudara kurang tepat atau bayi minum dari botol dengan aliran susu yang terlalu cepat. Udara yang terkumpul dapat membuat bayi tidak nyaman dan terkadang diikuti gumoh.

Orang tua dapat memperhatikan posisi menyusui dan memastikan bayi melekat dengan baik pada payudara. Jika menggunakan botol, pilih dot yang sesuai dengan usia bayi dan hindari memaksa bayi menghabiskan susu.

Posisi Bayi setelah Menyusu

Perubahan posisi yang terlalu cepat atau tekanan pada perut setelah menyusu dapat memicu keluarnya kembali susu. Misalnya, bayi langsung dibaringkan atau perutnya tertekan ketika digendong.

Setelah menyusu, orang tua dapat menggendong bayi dengan posisi tegak saat bayi terjaga selama beberapa waktu. Pastikan kepala dan leher bayi tetap tersangga dengan baik.

Refluks pada Bayi

Refluks terjadi ketika isi lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini cukup umum pada bayi dan dapat menyebabkan gumoh setelah menyusu.

Namun, jika bayi tampak kesakitan, sering menolak menyusu, muntah berulang, atau berat badannya tidak bertambah dengan baik, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menilai apakah terdapat masalah yang membutuhkan penanganan.

Cara Mengurangi Gumoh setelah Menyusu

Orang tua dapat mencoba beberapa langkah berikut untuk membantu mengurangi gumoh pada bayi.

Susui Bayi dengan Posisi yang Nyaman

Pastikan kepala, leher, dan tubuh bayi berada dalam posisi yang tersangga dengan baik saat menyusu. Untuk ibu menyusui, perhatikan pelekatan bayi pada payudara agar bayi dapat menyusu dengan nyaman.

Berikan ASI sesuai Kebutuhan Bayi

Susui bayi sesuai tanda lapar dan hindari memaksa bayi menghabiskan susu. Jika bayi minum dari botol, berikan susu dengan cara yang responsif, yaitu mengikuti tanda lapar dan kenyang bayi.

Jika gumoh sering terjadi, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengevaluasi pola menyusu dan memastikan asupan bayi mencukupi.

Bantu Bayi Bersendawa

Sebagian bayi terbantu dengan bersendawa selama atau setelah menyusu. Gendong bayi dengan posisi tegak, sangga kepala dan lehernya, lalu tepuk atau usap punggung secara lembut.

Tidak semua bayi akan bersendawa setiap kali menyusu. Karena itu, jangan memaksakan atau mengguncang bayi jika sendawa tidak kunjung keluar.

Pertahankan Posisi Tegak saat Bayi Terjaga

Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama sekitar 20–30 menit jika memungkinkan. Hindari menekan perut bayi atau langsung melakukan aktivitas yang banyak menggerakkan tubuhnya.

Walaupun bayi sering gumoh, posisi tidur yang aman tetap telentang di atas permukaan datar dan kokoh. Jangan menidurkan bayi dalam posisi miring atau tengkurap, serta jangan meninggikan kasur untuk mencegah gumoh.

Kapan Bayi yang Memuntahkan ASI Harus Diperiksa?

Gumoh ringan tanpa keluhan lain umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, orang tua perlu segera membawa bayi untuk mendapatkan pemeriksaan medis jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Muntah berwarna hijau atau mengandung darah.

  • Muntah menyemprot kuat dan berulang.

  • Bayi menolak menyusu atau tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum.

  • Jumlah urine atau popok basah berkurang, mulut tampak kering, atau bayi terlihat sangat lemas.

  • Perut bayi tampak membesar atau terasa tegang.

  • Bayi mengalami demam, kesulitan bernapas, atau sulit dibangunkan.

  • Berat badan tidak bertambah sesuai harapan atau bayi tampak kesakitan setiap kali menyusu.

Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38°C atau lebih perlu segera diperiksa. Jangan menunggu sampai gejala memburuk, terutama jika bayi masih sangat kecil.

Kesimpulan

Bayi yang mengeluarkan kembali ASI setelah menyusu belum tentu mengalami gangguan kesehatan. Gumoh biasanya keluar secara spontan tanpa dorongan kuat, sedangkan muntah cenderung melibatkan pengeluaran isi lambung dengan lebih kuat dan dapat disertai gejala lain.

Orang tua dapat membantu mengurangi gumoh dengan memperhatikan posisi menyusu, memberikan ASI sesuai kebutuhan, membantu bayi bersendawa, dan menggendong bayi tegak ketika masih terjaga setelah menyusu. Pastikan bayi selalu tidur telentang di tempat tidur yang aman.

Jika bayi muntah berulang, mengeluarkan cairan berwarna hijau atau berdarah, sulit menyusu, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera cari pertolongan medis agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Informasi & Reservasi

Klinik Kei Medika – Jambi
WA: 0811-7450-412
Instagram: @keimedika
Website: www.keimedika.com

 Revita Paulina Putri
Revita Paulina Putri
Digital Marketing
  • Kategori: Ibu dan Anak
  • Tags: bayi memuntahkan ASI setelah menyusu, perbedaan gumoh dan muntah pada bayi, penyebab bayi gumoh, bay