Bermain merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Namun, aktivitas fisik yang cukup melelahkan terkadang membuat anak merasa pusing, terutama jika bermain dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup.
Pusing pada anak dapat muncul sebagai sensasi kepala terasa ringan, berputar, atau seperti akan jatuh. Anak yang masih kecil mungkin kesulitan menjelaskan apa yang dirasakannya. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan keluhan yang disampaikan serta perubahan perilaku anak setelah bermain.
Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya.
Anak sering kali terlalu asyik bermain hingga tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah lelah. Berlari, melompat, bersepeda, atau bermain olahraga dalam waktu lama dapat membuat anak membutuhkan lebih banyak waktu untuk memulihkan energi.
Jika pusing disebabkan oleh kelelahan ringan, keluhan biasanya membaik setelah anak menghentikan aktivitas dan beristirahat. Namun, pusing yang berulang atau tidak kunjung membaik perlu diperiksa lebih lanjut.
Saat bermain, terutama ketika cuaca panas, tubuh anak kehilangan cairan melalui keringat. Jika cairan yang keluar tidak digantikan dengan cukup, anak dapat mengalami dehidrasi.
Selain pusing, tanda yang perlu diperhatikan meliputi rasa haus, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang. Dehidrasi berat dapat menyebabkan anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami penurunan kesadaran.
Bermain di luar ruangan ketika cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas. Anak yang mengalami kondisi ini mungkin mengeluh pusing, sakit kepala, mual, lemas, atau berkeringat berlebihan.
Jika anak mengalami pusing setelah bermain di bawah terik matahari, segera pindahkan ke tempat yang sejuk, hentikan aktivitas, dan bantu mendinginkan tubuhnya. Bila anak mengalami kebingungan, kejang, pingsan, atau kondisi tubuh yang sangat panas, segera cari pertolongan medis darurat.
Anak yang bermain terlalu lama hingga melewatkan waktu makan dapat mengalami rasa lemas, gemetar, berkeringat, atau pusing. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kurangnya asupan energi, meskipun penyebabnya tidak selalu karena kadar gula darah rendah.
Pastikan anak makan secara teratur sesuai kebutuhannya dan mendapatkan camilan bergizi bila diperlukan. Jika keluhan sering terjadi, jangan langsung menganggapnya sebagai akibat terlambat makan tanpa mencari tahu penyebab lain.
Sebagian anak dapat merasa pusing ketika berdiri secara tiba-tiba setelah duduk atau berjongkok cukup lama. Hal ini dapat berkaitan dengan perubahan tekanan darah saat berpindah posisi.
Jika keluhan sering muncul, berlangsung lama, atau disertai pandangan berkunang-kunang dan hampir pingsan, anak perlu mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Ketika anak mengeluh pusing setelah bermain, jangan memaksanya melanjutkan aktivitas. Lakukan beberapa langkah berikut.
Hentikan aktivitas: Ajak anak duduk atau berbaring di tempat yang aman agar tidak terjatuh.
Pindahkan ke tempat sejuk: Terutama jika anak bermain di luar ruangan atau berada di bawah terik matahari.
Berikan cairan: Jika anak sadar penuh dan dapat menelan dengan baik, tawarkan air minum sedikit demi sedikit.
Perhatikan waktu makan: Jika anak belum makan dan kondisinya stabil, berikan makanan sesuai usianya setelah ia merasa lebih baik.
Pantau kondisinya: Perhatikan apakah pusing berkurang setelah beristirahat atau justru disertai keluhan lain.
Jangan memberikan obat pusing kepada anak tanpa mengetahui penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Anak juga sebaiknya tidak kembali bermain sebelum keluhannya benar-benar membaik.
Pusing setelah bermain tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, orang tua sebaiknya membawa anak untuk diperiksa jika keluhan sering berulang, muncul setelah aktivitas ringan, tidak membaik dengan istirahat, atau mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.
Pemeriksaan juga diperlukan jika pusing disertai sakit kepala berulang, muntah, jantung berdebar, pucat, mudah lelah, gangguan keseimbangan, atau pandangan kabur. Dokter akan menilai gejala, riwayat kesehatan, asupan cairan, dan kondisi anak untuk menentukan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Segera bawa anak ke unit gawat darurat jika pusing disertai pingsan saat beraktivitas, kejang, kebingungan, sulit dibangunkan, kelemahan anggota tubuh, kesulitan berjalan secara mendadak, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, atau muntah berulang. Jika anak mengalami pusing setelah bermain di cuaca panas dan menunjukkan tanda gangguan kesadaran, jangan menunda pertolongan medis.
Orang tua dapat membantu mengurangi risiko pusing dengan membiasakan anak minum secara teratur, makan sesuai jadwal, serta beristirahat di sela-sela aktivitas. Saat cuaca panas, pilih waktu bermain yang lebih sejuk, gunakan pakaian yang nyaman, dan hindari aktivitas fisik berlebihan.
Selain itu, pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan tidak memaksakan diri ketika merasa lelah. Ajarkan anak untuk segera memberi tahu orang tua atau pengasuh ketika mulai merasa pusing, mual, atau lemas.
Anak yang sering mengeluh pusing setelah bermain mungkin mengalami kelelahan, kekurangan cairan, atau gangguan lain yang perlu diperhatikan. Beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan dapat membantu jika penyebabnya ringan, tetapi keluhan yang berulang atau disertai tanda bahaya tidak boleh diabaikan.
Jika anak sering mengalami pusing setelah beraktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga medis di Klinik Kei Medika untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai kondisi anak.
Informasi & Reservasi
Klinik Kei Medika – Jambi
WA: 0811-7450-412
Instagram: @keimedika
Website: www.keimedika.com