Mual merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak. Anak mungkin menggambarkannya sebagai rasa ingin muntah, perut terasa tidak nyaman, atau merasa tidak enak badan. Kondisi ini bisa terjadi sesekali dan tidak selalu menunjukkan masalah serius.
Namun, jika anak sering mengeluh mual, terjadi berulang, atau disertai gejala lain, orang tua perlu memperhatikan kondisi tersebut dan mencari tahu kemungkinan penyebabnya.
Mual pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan kesehatan tertentu.
Makan dalam jumlah terlalu banyak atau terlalu cepat dapat membuat lambung terasa penuh dan memicu rasa mual. Kebiasaan langsung beraktivitas setelah makan juga dapat membuat perut terasa tidak nyaman.
Gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, masuk angin, sembelit, diare, atau infeksi saluran pencernaan dapat menyebabkan anak merasa mual.
Sebagian anak mengalami mual ketika bepergian menggunakan mobil, bus, kapal, atau kendaraan lainnya. Kondisi ini dapat terjadi akibat ketidaksesuaian antara gerakan yang dirasakan tubuh dan yang dilihat oleh mata.
Perut yang terlalu lama kosong juga dapat membuat sebagian anak merasa mual. Karena itu, jadwal makan yang teratur tetap penting untuk menjaga asupan energi anak.
Infeksi tertentu dapat disertai mual, terutama jika anak juga mengalami demam, muntah, diare, batuk, pilek, atau keluhan lainnya.
Rasa cemas, takut, stres, atau perubahan suasana hati juga dapat memengaruhi kondisi tubuh. Pada beberapa anak, tekanan emosional dapat muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti mual atau sakit perut.
Jika mual masih ringan dan tidak disertai tanda bahaya, orang tua dapat membantu anak dengan memberikan cukup cairan dan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Hindari memberikan makanan yang terlalu berminyak atau terlalu pedas ketika anak sedang merasa mual. Biarkan anak beristirahat dan perhatikan apakah keluhan membaik.
Orang tua juga sebaiknya mencatat kapan mual terjadi, makanan atau aktivitas sebelum keluhan muncul, serta apakah terdapat gejala lain. Informasi tersebut dapat membantu ketika anak perlu diperiksa.
Mual yang terjadi sesekali biasanya tidak perlu membuat orang tua panik. Namun, anak perlu mendapatkan perhatian lebih jika mual disertai:
Jika anak mengalami kesulitan bernapas, sulit dibangunkan, mengalami kejang, atau kondisinya memburuk dengan cepat, segera cari pertolongan medis.
Jika anak sering mengeluh mual tanpa penyebab yang jelas, keluhan berlangsung berulang, atau mengganggu aktivitas dan pola makan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab mual dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.
Mual pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Karena itu, jangan hanya menganggapnya sebagai keluhan biasa jika terjadi berulang atau disertai gejala lain.
Lakukan pemeriksaan kesehatan anak di Kei Medika untuk membantu mengetahui penyebab keluhan dan memantau kondisi Si Kecil bersama tenaga medis.