Berat badan yang turun sering dianggap sebagai hal positif, terutama bagi orang yang ingin memiliki tubuh lebih ideal. Namun, bagaimana jika berat badan justru berkurang padahal tidak sedang diet, tidak mengubah pola makan, dan aktivitas sehari-hari tetap sama?
Kondisi ini perlu diperhatikan karena penurunan berat badan yang tidak disengaja terkadang menjadi tanda adanya perubahan pada kesehatan tubuh. Penyebabnya bisa sederhana, tetapi dapat pula berkaitan dengan gangguan hormon, diabetes, masalah pencernaan, atau penyakit lainnya.
Hal yang penting bukan hanya melihat angka pada timbangan, melainkan juga memperhatikan seberapa banyak berat badan berkurang, seberapa cepat penurunannya, dan apakah ada gejala lain yang menyertai.
Penurunan berat badan tanpa disengaja sebaiknya tidak diabaikan jika jumlahnya cukup besar dalam waktu relatif singkat.
Sebagai gambaran, penurunan berat badan sekitar 5% atau lebih dari berat awal dalam waktu 6–12 bulan sering digunakan sebagai salah satu batas untuk menilai penurunan berat badan yang bermakna secara klinis.
Contohnya, seseorang yang awalnya memiliki berat badan 60 kg mengalami penurunan sekitar 3 kg tanpa melakukan diet atau meningkatkan aktivitas fisik. Kondisi tersebut layak dievaluasi, terutama jika terus berlanjut.
Namun, angka ini bukan berarti harus menunggu sampai berat badan turun 5%. Jika penurunan berlangsung cepat, tubuh terasa semakin lemah, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih awal.
Ada beberapa kemungkinan penyebab penurunan berat badan yang tidak disengaja.
a. Stres dan perubahan kondisi emosional
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi nafsu makan, pola tidur, dan kebiasaan sehari-hari. Sebagian orang menjadi lebih jarang makan atau cepat merasa kenyang ketika sedang menghadapi tekanan emosional.
Jika asupan energi berkurang dalam waktu lama, berat badan dapat ikut menurun. Meski demikian, penurunan berat badan tidak sebaiknya langsung dianggap hanya akibat stres tanpa mempertimbangkan kemungkinan lain.
b. Gangguan hormon tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh. Jika kelenjar tiroid terlalu aktif atau mengalami hipertiroidisme, tubuh dapat membakar energi lebih cepat.
Kondisi ini bisa menyebabkan berat badan turun meskipun nafsu makan tetap tinggi atau bahkan meningkat. Gejala lain yang mungkin muncul adalah jantung berdebar, tangan gemetar, mudah berkeringat, dan tidak tahan terhadap panas.
c. Diabetes
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu tanda diabetes, terutama jika disertai sering haus, sering buang air kecil, dan mudah lelah.
Ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif, tubuh bisa mulai menggunakan cadangan lemak dan jaringan otot sebagai sumber energi. Karena itu, berat badan dapat berkurang meskipun seseorang tidak sedang menjalani program penurunan berat badan.
d. Gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi
Masalah pada saluran pencernaan dapat membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi secara optimal. Contohnya termasuk penyakit celiac, penyakit radang usus, dan kondisi lain yang memengaruhi pencernaan atau penyerapan makanan.
Gejala penyerta dapat berupa diare berkepanjangan, perut kembung, nyeri perut, atau perubahan kebiasaan buang air besar.
e. Infeksi atau penyakit kronis
Beberapa infeksi berkepanjangan dan penyakit kronis dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh atau menurunkan nafsu makan. Contohnya termasuk tuberkulosis dan kondisi peradangan tertentu.
Jika berat badan turun disertai demam berkepanjangan, keringat malam, batuk lama, atau kelelahan berat, pemeriksaan medis perlu dilakukan.
f. Efek samping obat
Obat tertentu dapat menyebabkan mual, perubahan rasa makanan, penurunan nafsu makan, atau perubahan metabolisme. Jika penurunan berat badan dimulai setelah menggunakan obat baru, sampaikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker. Jangan menghentikan obat yang diresepkan tanpa arahan medis.
Penurunan berat badan akan lebih bermakna secara klinis jika disertai perubahan lain pada tubuh. Beberapa gejala yang sebaiknya diperhatikan meliputi:
Nafsu makan meningkat disertai berat badan turun: dapat terjadi pada diabetes atau hipertiroidisme.
Sering haus dan buang air kecil: perlu mempertimbangkan kemungkinan gangguan gula darah.
Diare berkepanjangan atau nyeri perut: dapat berkaitan dengan masalah pencernaan atau penyerapan nutrisi.
Demam berkepanjangan, keringat malam, atau batuk lama: perlu dievaluasi untuk kemungkinan infeksi atau penyakit lain.
Jantung berdebar, tangan gemetar, dan mudah berkeringat: dapat berkaitan dengan gangguan hormon tiroid.
Mudah lelah dan tubuh semakin lemah: dapat terjadi akibat kekurangan asupan nutrisi maupun berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit tertentu. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Ya. Berat badan tidak hanya terdiri dari lemak, tetapi juga otot, tulang, cairan, dan jaringan tubuh lainnya.
Jika seseorang jarang bergerak, kekurangan asupan protein atau energi, atau mengalami penyakit tertentu, massa otot dapat berkurang. Akibatnya, angka pada timbangan menurun meskipun perubahan bentuk tubuh tidak selalu terlihat jelas pada awalnya.
Penurunan massa otot juga dapat membuat tubuh terasa lebih lemah dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dilakukan.
Karena itu, penilaian kesehatan sebaiknya tidak hanya berfokus pada berat badan, tetapi juga mempertimbangkan kekuatan otot, asupan makanan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Jika berat badan menurun tanpa disengaja, beberapa langkah berikut dapat membantu sebelum dan selama proses pemeriksaan.
Pantau berat badan secara teratur. Timbang tubuh dalam kondisi yang relatif sama, misalnya pada pagi hari sebelum makan, agar hasilnya lebih mudah dibandingkan.
Catat perubahan pola makan. Perhatikan apakah nafsu makan menurun, cepat kenyang, atau ada makanan yang sulit dikonsumsi.
Perhatikan gejala lain. Catat keluhan seperti mudah haus, sering buang air kecil, diare, demam, atau kelelahan.
Penuhi kebutuhan nutrisi. Usahakan makan secara teratur dengan kombinasi protein, karbohidrat, lemak sehat, sayuran, dan buah sesuai kebutuhan.
Jangan langsung mengonsumsi suplemen atau obat penambah berat badan. Produk tersebut belum tentu sesuai dengan penyebab penurunan berat badan dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Jadwalkan pemeriksaan medis. Dokter dapat menilai riwayat kesehatan, pola makan, perubahan berat badan, serta menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
Pemeriksaan dapat mencakup tes darah, gula darah, fungsi tiroid, atau pemeriksaan lain sesuai gejala dan temuan dokter. Tidak semua orang memerlukan seluruh jenis pemeriksaan tersebut.
Sebaiknya buat janji pemeriksaan jika berat badan terus menurun tanpa alasan yang jelas, pakaian terasa semakin longgar, nafsu makan berubah secara menetap, atau tubuh terasa semakin lemah.
Segera cari pertolongan medis jika penurunan berat badan disertai kondisi seperti muntah terus-menerus, sulit minum, dehidrasi berat, nyeri hebat, kebingungan, atau kelemahan yang mendadak dan berat.
Jika terdapat rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil disertai mual, muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut juga membutuhkan penilaian segera karena dapat berkaitan dengan komplikasi diabetes.
Jangan menunggu sampai berat badan turun banyak apabila kondisi tubuh terus memburuk.
Berat badan yang turun tanpa disengaja bisa menjadi petunjuk awal bahwa ada sesuatu yang perlu dievaluasi. Melalui pemeriksaan, tenaga medis dapat membantu menilai apakah perubahan tersebut berkaitan dengan pola makan, gangguan metabolisme, masalah hormon, infeksi, atau kondisi lainnya.
Klinik Kei Medika Jambi dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi mengenai penurunan berat badan dan kebutuhan pemeriksaan kesehatan. Berdasarkan keluhan serta hasil evaluasi awal, pasien dapat memperoleh arahan mengenai pemeriksaan lanjutan yang sesuai.
Sebelum berkonsultasi, ada baiknya mencatat berat badan sebelumnya, berat badan saat ini, kapan penurunan mulai terjadi, perubahan nafsu makan, serta gejala lain yang dirasakan. Informasi ini dapat membantu proses penilaian menjadi lebih terarah.
Berat badan turun padahal tidak sedang diet bukan selalu tanda penyakit serius, tetapi kondisi ini juga tidak boleh langsung dianggap normal. Stres, perubahan pola makan, gangguan hormon, diabetes, masalah pencernaan, infeksi, dan efek obat merupakan beberapa kemungkinan penyebabnya.
Jika penurunan berat badan berlangsung terus-menerus, mencapai jumlah yang bermakna, atau disertai gejala lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis. Mengetahui penyebabnya sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang tepat dan mencegah kondisi kesehatan semakin memburuk.
Reservasi
Klinik Kei
Medika
WhatsApp :
0811-7450-412
Instagram : @keimedika
Facebook : kei medika
TikTok : kei_medika
YouTube : Kei Medika Official
Website : www.keimedika.com
Silakan
hubungi untuk konsultasi kesehatan sesuai kebutuhan Anda.